Jerawat Batu

No comment 4378 views

 

Bila Anda seorang , memiliki 1 atau 2 jerawat adalah hal yang lumrah. Namun, jika jerawat tersebut semakin besar, meradang, dan terasa hingga ke syaraf saat disentuh, maka bisa jadi jerawat Anda telah berkembang menjadi Jerawat Batu.

Jerawat jenis ini sesungguhnya dapat diobati, namun disarankan untuk tidak menunggu hingga jerawat pecah atau keluar sendiri karena Jerawat Batu ini bisa tertanam dalam kulit anda selama bertahun-tahun. Selain itu, jika tidak segera diatasi, Jerawat ini dapat menjalar ke sekeliling area Anda dan meninggalkan bekas luka yang permanen

Bagaimana Jerawat Batu dapat terbentuk ?

Jerawat Batu

Suatu saat mungkin Anda lupa mencuci muka sehabis beraktifitas sehingga muncul jerawat ketika pori-pori kulit Anda tersumbat, biasanya sumbatan dikarenakan kotoran dan dan sel-sel kulit mati. Kadang-kadang bakteri juga terperangkap dalam pori-pori ketika Anda secara tidak sengaja menyentuh wajah dengan keadaan tangan yang kotor. Hal ini juga biasanya menyebabkan daerah yang terinfeksi bakteri menjadi merah, bengkak, dan bernanah.

Selain itu, disebut juga bahwa hormon androgen ikut berperan. Pada usia remaja, kadar androgen cenderung meningkat. Hormon ini disuga menyebabkan perubahan pada kulit yang dapat mengakibatkan pori-pori kulit tersumbat dan berjerawat. Pada wanita, perubahan hormon bisa disebabkan oleh siklus menstruasi, , menopause, atau suatu kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik.

Siapa saja yang beresiko terkena Jerawat Batu?

Kemungkinan besar terjangkit Jerawat Batu adalah pada usia remaja atau pada awal 20-an. Namun, Jerawat Batu juga dilaporkan dapat terjadi pada anak usia 8 tahun atau bahkan saat memasuki usia 50 tahun.

Penting:   Tips Meredakan Gejala Alergi pada Anak
memuat...

Area tubuh yang dapat dijangkiti Jerawat Batu utamanya adalah wajah, namun juga bisa terjadi pada area dada, punggung, lengan atas, atau bahu. Jerawat Batu biasanya terjadi lebih sering dan parah pada pria, namun juga berpotensi terjadi pada wanita. Selain itu jika ada riwayat Jerawat Batu dari salah satu dari orangtua Anda, maka Anda memiliki peluang lebih besar untuk terkena Jerawat Batu.

Bagaimana cara mengatasi Jerawat Batu ?

Ada beberapa obat-obatan yang dijual bebas ataupun melalui resep dokter yang dapat meringankan gejala peradangan hingga menyembuhkan Jerawat Batu.

• Antibiotik oral

  Antibiotik oral dapat membantu mengontrol bakteri dan peradangan. Namun Anda juga harus sedikit berhati-hati karena  mungkin keefektifan antibiotik akan menurun dari tahun-ke tahun, atau bahkan jerawat Anda tidak memberikan respon  terhadap antibiotik setelah pemakaian antibiotik dengan dosis yang sma selama beberapa tahun.

Penting:   Soprano Hair Removal, Teknik Menghilangkan Bulu dengan Laser

• Pil KB

   Pil KB membantu beberapa wanita mengatur hormon mereka.

• Krim, lotion, atau gel yang mengandung retinoid, Isoretinoin, atau Spironolactone

   Retinoid diketahui sebagai suatu bentuk vitamin A, yang dapat membantu menetralkan pori-pori Anda dan memaksimalkan  kerja antibiotik. Isotretinoin atau yang dikenal dengan nama dagang Accutane berfungsi melumpuhkan semua  jerawat. Namun, jenis obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Sedangkan Spironolactone adalah obat  yang berfungsi membantu Anda menyingkirkan kadar air yang tidak diperlukan, dan juga bekerja sebagai blocker hormon.

 

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Jerawat Batu"