Bila Anda seorang remaja, memiliki 1 atau 2 jerawat adalah hal yang lumrah. Namun, jika jerawat tersebut semakin besar, meradang, dan terasa sakit hingga ke syaraf saat disentuh, maka bisa jadi jerawat Anda telah berkembang menjadi Jerawat Batu.
Jerawat jenis ini sesungguhnya dapat diobati, namun disarankan untuk tidak menunggu hingga jerawat pecah atau keluar sendiri karena Jerawat Batu ini bisa tertanam dalam kulit anda selama bertahun-tahun. Selain itu, jika tidak segera diatasi, Jerawat ini dapat menjalar ke sekeliling area tubuh Anda dan meninggalkan bekas luka yang permanen
Bagaimana Jerawat Batu dapat terbentuk ?

Suatu saat mungkin Anda lupa mencuci muka sehabis beraktifitas sehingga muncul jerawat ketika pori-pori kulit Anda tersumbat, biasanya sumbatan dikarenakan kotoran dan dan sel-sel kulit mati. Kadang-kadang bakteri juga terperangkap dalam pori-pori ketika Anda secara tidak sengaja menyentuh wajah dengan keadaan tangan yang kotor. Hal ini juga biasanya menyebabkan daerah yang terinfeksi bakteri menjadi merah, bengkak, dan bernanah.
Selain itu, disebut juga bahwa hormon androgen ikut berperan. Pada usia remaja, kadar androgen cenderung meningkat. Hormon ini disuga menyebabkan perubahan pada kulit yang dapat mengakibatkan pori-pori kulit tersumbat dan berjerawat. Pada wanita, perubahan hormon bisa disebabkan oleh siklus menstruasi, kehamilan, menopause, atau suatu kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik.
Siapa saja yang beresiko terkena Jerawat Batu?
Kemungkinan besar terjangkit Jerawat Batu adalah pada usia remaja atau pada awal 20-an. Namun, Jerawat Batu juga dilaporkan dapat terjadi pada anak usia 8 tahun atau bahkan saat memasuki usia 50 tahun.
Area tubuh yang dapat dijangkiti Jerawat Batu utamanya adalah wajah, namun juga bisa terjadi pada area dada, punggung, lengan atas, atau bahu. Jerawat Batu biasanya terjadi lebih sering dan parah pada pria, namun juga berpotensi terjadi pada wanita. Selain itu jika ada riwayat Jerawat Batu dari salah satu dari orangtua Anda, maka Anda memiliki peluang lebih besar untuk terkena Jerawat Batu.
Bagaimana cara mengatasi Jerawat Batu ?
Ada beberapa obat-obatan yang dijual bebas ataupun melalui resep dokter yang dapat meringankan gejala peradangan hingga menyembuhkan Jerawat Batu.
• Antibiotik oral
Antibiotik oral dapat membantu mengontrol bakteri dan peradangan. Namun Anda juga harus sedikit berhati-hati karena mungkin keefektifan antibiotik akan menurun dari tahun-ke tahun, atau bahkan jerawat Anda tidak memberikan respon terhadap antibiotik setelah pemakaian antibiotik dengan dosis yang sma selama beberapa tahun.
• Pil KB
Pil KB membantu beberapa wanita mengatur hormon mereka.
• Krim, lotion, atau gel yang mengandung retinoid, Isoretinoin, atau Spironolactone
Retinoid diketahui sebagai suatu bentuk vitamin A, yang dapat membantu menetralkan pori-pori Anda dan memaksimalkan kerja antibiotik. Isotretinoin atau yang dikenal dengan nama dagang Accutane berfungsi melumpuhkan semua penyebab jerawat. Namun, jenis obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Sedangkan Spironolactone adalah obat yang berfungsi membantu Anda menyingkirkan kadar air yang tidak diperlukan, dan juga bekerja sebagai blocker hormon.





