Kafein Bukan Teman untuk Turunkan Berat Badan

No comment 80 views

Jika Anda saat ini sedang mencoba untuk mengendalikan Anda, jangan melihat kafein sebagai teman Anda. Pasalnya, bahan ini bukan termasuk penekan nafsu makan yang atau bantuan untuk menurunkan berat badan, demikian para melaporkan dalam sebuah studi kecil yang baru-baru ini dilakukan.

Minuman Kafein - meetdoctor.com

Minuman Kafein - meetdoctor.com

Penelitian tersebut melibatkan 50 orang dewasa yang sehat, berusia 18 tahun hingga 50 tahun. Para peneliti menemukan bahwa setelah para sukarelawan meminum jus dengan sedikit tambahan kafein (setara dengan kafein dalam sekitar 4 ons kopi), mereka memang makan 10 persen lebih sedikit (70 kalori lebih sedikit) di sarapan prasmanan daripada setelah mereka tidak mengonsumsi. Namun, pengurangan porsi makan ini tidak berlanjut sepanjang hari, dan para peserta makan lebih banyak di siang hari untuk ‘menebus’ makan yang lebih ringan saat sarapan.

Penting:   Waspada, Obesitas Terkait dengan Risiko 13 Jenis Kanker

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa kafein tidak memengaruhi bagaimana partisipan merasakan nafsu makan mereka. Data lain menyebutkan bahwa indeks massa tubuh (BMI, perkiraan tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan) tidak berpengaruh pada bagaimana kafein memengaruhi nafsu makan atau berapa banyak orang makan. Studi ini sendiri dipublikasikan baru-baru ini di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

“Kafein sering ditambahkan ke suplemen diet dengan klaim bahwa zat itu mampu menekan nafsu makan dan memfasilitasi penurunan berat badan,” kata peneliti utama, Leah Panek-Shirley, yang juga seorang asisten profesor di Universitas Negeri New York bagian departemen dan ilmu gizi Buffalo. “Penelitian sebelumnya telah berspekulasi bahwa metabolisme kecepatan kafein memengaruhi bahan kimia otak yang menekan nafsu makan. Selain itu, bukti epidemiological menunjukkan bahwa konsumen kafein reguler memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah daripada non-konsumen.”

Penting:   Cara Tetap Waras: Beri dan Terima Dukungan Emosional
memuat...

Sementara itu, rekan penulis studi, Carol DeNysschen, yang juga ketua departemen kesehatan, nutrisi, dan dietetics di SUNY Buffalo menuturkan bahwa studi ini memperkuat pentingnya kebiasaan makan yang baik dan tidak bergantung pada bantuan penurun berat badan yang tidak didukung atau praktik tidak sehat.

Selain tidak berpengaruh terhadap diet, banyak penelitian yang menunjukkan orang dengan diabetes tipe 2 bereaksi terhadap kafein secara berbeda. Ini bisa meningkatkan kadar gula dan insulin bagi penderita tersebut. Satu studi melihat orang-orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi pil kapsul 250 miligram saat sarapan dan saat makan siang. Itu kira-kira sama dengan meminum dua cangkir kopi setiap kali makan. Hasilnya, gula mereka 8% lebih tinggi daripada hari-hari ketika mereka tidak meminum kafein.

Penting:   Studi Terbaru: Pramugari Berisiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Payudara & Kulit

Itu karena kafein bisa memengaruhi bagaimana tubuh Anda merespons insulin, hormon yang memungkinkan gula memasuki sel Anda dan berubah menjadi energi. Kafein dapat menurunkan sensitivitas insulin Anda. Itu berarti, sel Anda tidak bereaksi terhadap hormon sebanyak yang pernah mereka lakukan. Mereka tidak menyerap gula dari darah Anda setelah Anda makan atau minum. Hal ini menyebabkan tubuh Anda membuat lebih banyak insulin, jadi Anda memiliki kadar yang lebih tinggi setelah makan.

author

Leave a reply "Kafein Bukan Teman untuk Turunkan Berat Badan"