Kapan Meminta Bantuan Dokter Ketika Maag Menyerang?

No comment 580 views

maag, mungkin Anda sudah familiar dengan yang satu ini, malah sering mengalaminya. Sakit maag atau indigestion merupakan istilah yang menggambarkan yang berasal dari , usus halus, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain sakit maag adalah dispepsia.

Sakit Maag - familinia.com

Sakit Maag - familinia.com

ini termasuk penyakit umum di Indonesia. Menurut data yang dilakukan di beberapa pusat endoskopi di Indonesia terdapat sekitar 7.000 kasus maag dengan 86,4 persen dari jumlah tersebut merupakan dispepsia fungsional. Dispepsia fungsional merupakan kondisi sakit maag yang tidak diketahui penyebabnya.

Gangguan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi Helicobacter pylori, samping penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), dan stres. Beberapa makanan dan bahan juga dapat mengintensifkan mulas, seperti makanan pedas, jeruk, saus tomat, dan cuka. Makanan berlemak (termasuk gorengan) juga dapat dapat meningkatkan tekanan perut dan kekuatan membuka otot-otot yang menjaga asam lambung dari kerongkongan. Produk lainnya yang mungkin dapat memicu mulas termasuk cokelat, kafein, bawang, peppermint, minuman berkarbonasi, dan .

Bagi banyak orang yang menderita sakit maag, melihat apa yang mereka makan, konsumsi obat, dan pengurangan stres bisa memberi sedikit kelegaan. Tetapi, bila tidak membaik dan mulai mengganggu tidur atau keseharian, ada baiknya jika Anda mendapatkan bantuan dokter. Dokter Anda akan menanyakan pertanyaan rinci tentang sifat dan pola rasa sakit Anda, seperti:

memuat...
  • Apakah lebih buruk lagi setelah Anda makan makanan berat atau makan makanan tertentu, seperti makanan berlemak tinggi atau produk susu?
  • Apakah membungkuk untuk mengikat tali sepatu atau berbaring malah memperparah gejala?
  • Apakah rasa sakit itu tampak terkait dengan kecemasan atau stres?

Jika gejalanya khas untuk gastroesophageal reflux (GERD, atau simply, reflux), langkah pertama biasanya untuk mencoba pengobatan seperti omeprazole (Prilosec) atau lansoprazole (Prevacid). Jika gejala membaik, Anda bisa beralih ke obat dengan dosis yang lebih rendah. Itu mungkin merupakan antagonis H2-reseptor (H2 blocker), seperti simetidin (Tagamet), ranitidin (Zantac), atau famotidine (Pepcid), atau antasida seperti Tums.

Namun, jika pengobatan tampaknya tidak membantu, dokter Anda mungkin menyarankan beberapa tes untuk mengonfirmasi refluks atau menyingkirkan kemungkinan penyebab gejala lainnya. Anda juga perlu tahu bahwa gejala refluks bisa serupa dengan gejala serangan jantung. Jika apa yang Anda rasakan lebih seperti penyempitan atau tekanan daripada terbakar, segera hubungi dokter Anda.

Bahkan, jika Anda tahu Anda memiliki refluks, Anda harus selalu mencari bantuan medis jika Anda mengalami ketidaknyamanan pada dada yang mungkin disebabkan aktivitas olahraga. Perhatikan keparahan dan panjang nyeri dada Anda. Ketidaknyamanan yang parah, menekan, atau meremas, terutama jika berlangsung beberapa saat, juga memerlukan bantuan dari dokter.

Penting:   Terapi Gen, Manfaat, dan Risikonya
author

Leave a reply "Kapan Meminta Bantuan Dokter Ketika Maag Menyerang?"