Waspada, Kehilangan Pendengaran Pengaruhi Kesehatan Otak Anda

Mendengar adalah perasaan kompleks yang memberi kita kesadaran akan suara dan, yang lebih penting, kemampuan untuk berkomunikasi. Telinga adalah organ yang bertanggung jawab untuk menangkap suara. Namun, mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui bahwa bertanggung jawab untuk memproses suara. Kedua organ harus bekerja dengan baik agar pendengaran terjadi.

Kehilangan Pendengaran - www.hearingreview.com

Kehilangan Pendengaran - www.hearingreview.com

Dilansir Harvard Health Publishing, dalam beberapa tahun terakhir, ada studi ekstensif yang meneliti bagaimana pendengaran terkait usia dan otak (kognisi) terkait. Ada beberapa konsep umum yang mungkin berkontribusi pada hubungan antara pendengaran dan kognisi. Salah satunya, pendengaran menyebabkan penurunan input ke otak, sehingga ada lebih sedikit pemrosesan yang terjadi, yang berkontribusi terhadap penurunan kognitif.

Teori lain adalah bahwa defisit kognitif dini dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk memproses suara, dan dengan demikian berkontribusi terhadap gangguan pendengaran. Terlepas dari teori mana yang benar, jelas bahwa hubungan antara pendengaran dan kognisi sangat nyata. Asosiasi ini menekankan perlunya meningkatkan pendekatan untuk menguji dan mengobati gangguan pendengaran.

Standar Pendengaran Normal

Kebanyakan audiolog dan otolaringologi mendefinisikan pendengaran normal sebagai seseorang yang dapat mendengar level apa pun di atas 25 desibel. Nilai ini agak ditentukan secara bebas, dan sebagian besar didasarkan pada kisaran rata-rata. Kebanyakan yang mengelola pasien dengan gangguan pendengaran akan mengakui bahwa tes pendengaran konvensional tidak sempurna, meskipun penting yang mereka berikan. Ketidaksempurnaan dalam tes pendengaran konvensional disebabkan bahwa ini adalah ukuran sederhana yang mencoba untuk mengukur proses yang kompleks.

memuat...

Para dan dokter yang berspesialisasi dalam gangguan pendengaran telah mempertimbangkan bahwa standar saat ini untuk pendengaran normal mungkin terlalu liberal. Selain itu, penelitian menunjukkan, mungkin ada peran untuk definisi baru pendengaran normal yang menjelaskan orang-orang yang mengalami gangguan pendengaran, tetapi dianggap memiliki pendengaran normal dengan standar saat ini. Orang-orang ini mungkin dianggap memiliki “gangguan pendengaran batas”.

Artikel terbaru di JAMA Otolaryngology menyoroti kebutuhan ini. Dalam artikel ini, para peneliti meninjau dua database populasi besar dari 6.451 orang yang telah melakukan tes pendengaran dan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berusia 50 tahun atau lebih tua memiliki skor kognitif yang tampaknya menurun, bahkan sebelum mereka mencapai gangguan pendengaran yang ditentukan secara klinis.

Penelitian ini juga mencatat bahwa hubungan antara pendengaran dan kognisi lebih kuat di antara subjek dengan pendengaran normal dibandingkan dengan mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Sebagai contoh, dalam populasi yang mereka analisis, skor kognisi turun lebih cepat dalam populasi pendengaran normal daripada dalam populasi dengan gangguan pendengaran. Hasil ini agak berlawanan dengan intuisi, dan menunjukkan bahwa mungkin apa yang didefinisikan sebagai pendengaran normal sebenarnya termasuk beberapa orang dengan defisit pendengaran. 

Jangan Abaikan Gangguan Pendengaran

Jadi, jangan abaikan segala gejala gangguan pendengaran. Selain itu, jangan ragu untuk menanyakan detail spesifik kepada dokter tentang hasil pendengaran Anda. Seringkali pasien mungkin takut untuk menanyakan detail tentang hasil mereka karena mereka tidak mau mengakui bahwa mereka tidak memahami hasilnya. Penting juga untuk meningkatkan kekhawatiran tentang pendengaran bahkan jika tes pendengaran Anda normal. Dengan menjaga pendengaran Anda, Anda mengatasi masalah yang jelas (gangguan pendengaran) dengan konsekuensi yang tidak begitu jelas (kognisi).

Sayangnya, penggunaan alat bantu dengar sangat rendah meskipun tingginya insiden gangguan pendengaran. Tanyakan penyedia Anda tentang pilihan untuk merehabilitasi pendengaran Anda dengan alat bantu dengar. Tergantung pada jenis gangguan pendengaran yang Anda miliki, opsi lain mungkin tersedia untuk Anda juga, seperti prosedur untuk meningkatkan pendengaran.

Penting:   Bukan Obat, Ini Tips Mengelola Agitasi pada Pasien Demensia
author

Leave a reply "Waspada, Kehilangan Pendengaran Pengaruhi Kesehatan Otak Anda"