Lakukan Lima Pilar Tata Laksana DM Tipe-1, Pertahankan Kualitas Hidup Anak Diabetes

Jumlah anak-anak diabetes mellitus (DM) tipe-1 terus meningkat. Penyakit ini muncul karena gangguan glukosa yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah secara kronik. Dari tahun 2004 hingga 2014 (selama 10 tahun), jumlah penderita penyakit tersebut mencapai 70 .

Anggota Tim Divisi Endokrin Anak Staf Fungsional (SMF) Anak RSUD dr Soetomo, dr Muhammad Faizi Sp A (K), menjelaskan, DM tipe-1 merupakan satu di antara penyakit yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Meski demikian, lanjut Faizi, kualitas hidup penderita DM tipe-1 dapat dipertahankan seoptimal mungkin dan sepadan dengan anak yang normal. Dengan catatan, tatalaksana yang didapatkan sesuai. "Banyak atlet dan artis dunia yang berprestasi, meski mereka punya DM tipe-1," kata Faizi, saat ditemui di Poli Anak RSUD dr Soetomo, kemarin (14/11/14).

Menurut dia, glukosa darah puasa dianggap normal, bila kadar darah kapiler 200 mg/dL. Dia berharap, para orang tua yang melihat anaknya mengalami kondisi atau gejala yang mirip dengan ciri yang sudah disebutkan, sang anak secepatnya diperiksakan ke dokter. "Apabila terjadi keterlambatan diagnosis, penderita DM tipe-1 akan memasuki fase ketoasidosis yang dapat berakibat fatal bagi penderita," jelas Faizi.

Karena menjadi satu di antara momok penyakit bagi anak-anak, kata Faizi, RSUD dr Soetomo membuat pengelolaan DM tipe- 1 pada anak. Bahkan, tim terpadu dalam divisi endokrin di rujukan di Indonesia Timur ini terdiri atas beberapa ahli. Mulai dari ahli endokrinologi anak, dokter anak, ahli gizi, ahli psikiatri-psikologi anak, pekerja sosial, dan edukator. "Kami selalu bekerja sama dengan tim dan pihak penderita, agar tujuan pengobatan pada DM tipe-1 tercapai," jelasnya.

Penting:   Sarapan Penting Bagi Kesehatan Cuma Mitos?

Menurut Faizi, DM tipe-1 pada anak tidak bisa disembuhkan. Namun, penyakit itu bisa dikontrol dengan pemberian insulin. Oleh karena itu, sebelum memberikan insulin, tim endokrin RSUD dr Soetomo melakukan beberapa pemeriksaan untuk menilai kontrol metabolik. Antara lain, kadar glukosa darah, HbA1c, dan fruktosamin. Selain itu, kontrol metabolik pada pasien DM tipe-1 juga tampak pada poliuri, polidipsi, gangguan penglihatan, penurunan berat badan atau gagal penambahan berat badan, gagal tumbuh, pubertas terlambat, infeksi kulit, penurunan prestasi di sekolah, dan peningkatan kadar HbA1c.

"Penderita DM tipe-1 setiap kali datang berobat di poli endokrinologi anak RSUD dr Soetomo selalu dipantau kadar glukosa darahnya. Tujuannya dapat dilakukan evaluasi pemberian insulin. Sehingga, dosis insulin yang optimal didapatkan. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan berat dan tinggi badan untuk memantau pertumbuhannya," jelas Faizi.

Penting:   Nyeri Punggung karena Maag, Benarkah ?

Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk evaluasi terhadap status pubertas untuk mengetahui adanya keterlambatan, pemeriksaan jantung, dan mata. Sebab, jika kadar gula pada penderita DM tipe-1 tidak terpantau, hal itu bakal memunculkan penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian.

dr Nurita Alami menunjukan data hasil pemeriksaan pada keluarga pasien di Ruang Poli Endokrinologi RSUD dr Soetomo

dr Nurita Alami menunjukan data hasil pemeriksaan pada keluarga pasien di Ruang Poli Endokrinologi RSUD dr Soetomo

Ajari Pasien dan Keluarga Suntik Insulin Sendiri di Rumah

TIM Endokrin Staf Medis Fungsional (SMF) Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo serius untuk menangani para pasien anak diabetes mellitus (DM) tipe- 1. Dengan pengobatan rutin, pasien DM tipe-1 anak dapat tumbuh dengan sehat.

memuat...

Dengan penanganan yang tepat, ancaman DM pada anak-anak bisa diminimalkan. Anak-anak penderita DM pun hidup lebih sehat dan tumbuh optimal. Penyanyi, Nick Jonas; aktris, Halle Berry; dan atlet renang olimpiade, Gary Hall Jr adalah contoh penderita DM tipe-1. Mereka membuktikan bahwa penyandang DM tipe-1 bisa hidup sehat dan lebih sukses.

Anggota Tim Divisi Endokrin Anak SMF Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo, dr Muhammad Faizi Sp A (K), mengatakan, selain pengobatan yang dilakukan oleh tim endokrin, dukungan orang tua penderita dibutuhkan. Tujuanya agar DM tipe-1 yang dialami buah hati tidak menjadi kendala mereka dalam masa depan. "Kami selalu dampingi dengan memberikan informasi dan edukasi mengenai penyakit, tata laksana, dan komplikasi dari DM tipe-1 kepada para orang tua," jelas Faizi, kemarin (14/11/14).

Penting:   Penyakit Rematik Jantung atau RHD (Rheumatic Heart Disease)

Selama ini, kata Faizi, tim endokrin melakukan lima tata laksana DM tipe-1 pada anak. Yang pertama, pemberian insulin, pengaturan diet makan, pengaturan aktivitas dan olahraga, monitoring mandiri, dan edukasi seumur hidup.

Dalam pemberian insulin, tim endokrin RSUD dr Soetomo memberikan penyuluhan cara penyuntikan insulin kepada pasien. Pengetahuan itu meliputi lokasi tempat penyuntikan insulin dan tanda bahaya terjadinya hipoglikemia (turunnya kadar glukosa darah). Sehingga, mereka bisa melakukan tindakan tersebut secara mandiri. "Penderita DM tipe- 1 dapat melakukan konsultasi dan pengobatan di Poli Endokrinologi Anak RSUD dr Soetomo yang memberikan pelayanan pada Rabu dan Jumat," jelasnya.

Tujuan utama pengelolaan pasien DM tipe-1 adalah kemampuan mengelola penyakitnya secara mandiri. Sehingga, penderita diabetes dan keluarganya mampu untuk mengukur kadar glukosa darah pasien secara cepat dan tepat. Pasalnya, pemberian insulin bergantung dari kadar glukosa darah. Komponen pengelolaan DM tipe-1 meliputi pemberian insulin, pengaturan makan, olahraga, dan edukasi yang didukung oleh pemantauan mandiri.

Faktor pendidikan, sosioekonomi, dan kepercayaan juga merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan penderita. "Hubungan timbal balik dokter-pasien yang , jujur, terbuka, dan tegas akan membantu penderita menanamkan kepercayaan kepada dokter. Sehingga, itu memudahkan pengelolaan selanjutnya," pungkas Faizi. (han/c2/opi/rdrsby)

gejala-diabetesmellitus-tip

author

Leave a reply "Lakukan Lima Pilar Tata Laksana DM Tipe-1, Pertahankan Kualitas Hidup Anak Diabetes"