Manfaat tes Pap Smear dan Siapa saja yang Harus Melakukannya

Pap smear merupakan langkah pengujian atau skrining untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada rahim. Pap smear utamanya digunakan untuk mendeteksi kemunculan prekanker serviks pada rahim yang telah aktif secara seksual. Pada berusia di atas 30 tahun, tes Pap smear dapat dikombinasikan dengan tes HPV untuk terjadinya serviks akibat menular seksual.pap-smear-test

Kanker serviks diketahui memiliki jumlah penderita ke-4 terbesar dibanding seluruh kanker, yang kesemuanya adalah wanita. Pertumbuhan jumlah penderita kanker serviks di negara berkembang cenderung lebih besar daripada di negara maju karena mereka memiliki akses yang lebih terbatas untuk melakukan pap smear.

Pap smear yang dilakukan secara teratur minimal setiap 2 tahun sekali dapat mencegah berkembangnya 9 dari 10 jenis kanker serviks pada wanita. Pap smear juga masih menjadi cara terbaik untuk melindungi diri terhadap gangguan-gangguan lain yang mengancam area serviks.

Penting:   Benarkah Retinoid Mampu Mengurangi Keriput?

Siapa saja yang seharusnya menjalani tes Pap smear?

Secara umum, dokter menyarankan pengujian pap smear pada wanita yang telah menikah atau sudah pernah melakukan hubungan seksual. Untuk wanita dengan usia 21-30 tahun disarankan untuk melakukan tes pap smear minimal 2 tahun sekali. Sedangkan untuk  wanita di atas 30 tahun bisa menjalani pap smear minimal 5 tahun sekali, dengan syarat ditambahkan pengujian untuk HPV juga.

memuat...

Jika Anda memiliki beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kanker serviks, seperti diagnosa prekanker, paparan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir, Infeksi HIV, penggunaan kortikosteroid, kemoterapi, atau organ dan semua prosedur yang melemahkan sisitem kekebalan tubuh, maka prosedur pap smear harus dilakukan dengan lebih sering.

Penting:   Menu Diet yang cocok dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Kapan tes Pap smear boleh dihentikan?

Dalam situasi tertentu, seorang wanita dianggap sudah tak memerlukan tes pap smear sehingga diperbolehkan untuk menghentikan pengujian rutin tersebut, misalnya :

  • Wanita yang telah menjalani operasi histerektomi total. Histerektomi ini berupa oerasi pengangkatan rahim termasuk pada bagian serviks.

  • Wanita yang menjalani histerektomi sebagian karena alasan non-kanker, seperti fibroid pada rahim.

  • Wanita dengan usia di atas 65 tahun. Pada usia tersebut, wanita bisa dikatakan telah negatif dari kemungkinan terserang kanker serviks.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Manfaat tes Pap Smear dan Siapa saja yang Harus Melakukannya"