Mengenal Phantosmia, Cium Bau yang Tidak Pernah Ada

Apakah Anda pernah mengalami tiba-tiba mencium bau seperti rokok terbakar ketika menggigit sandwich? Atau, apakah bau karet yang terbakar, namun tidak tahu dari mana bau itu berasal? Dalam skenario yang lain, mungkin Anda terus-terusan mencium aroma persik selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Phantosmia - www.clinicassonrie.com

Phantosmia - www.clinicassonrie.com

Memang, ini seperti drama atau halusinasi. Tetapi, para dan mereka yang terkena dampak mengatakan bahwa ‘bau hantu’ ini nyata, dan terkadang menyusahkan. Dalam istilah , tersebut dikatakan phantosmia. Ini memang tidak mengancam jiwa, namun dapat membuat hidup Anda terganggu.

“Ssatu dari 15 orang di Amerika memiliki phantosmia. Mereka yang paling mungkin terkena adalah wanita usia 40 tahun hingga 60,” kata penulis utama studi, Kathleen Bainbridge, PhD, seorang peneliti dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). “Masalahnya kurang mungkin terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun.”

Penting:   4 Penyakit dengan Gejala Mimisan

Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Otolaryngology, Bainbridge dan rekan-rekannya menggunakan data yang dikumpulkan dari 2011 hingga 2014 sebagai bagian dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional. Sampel ini termasuk 7.417 orang dewasa yang berusia 40 tahun dan lebih tua. Mereka menemukan bahwa 534 pria dan wanita dalam survei itu terpengaruh phantosmia. Itu berarti, 6,5% dari populasi AS, dan elompok yang paling mungkin terpengaruh adalah wanita usia 40 tahun hingga 60 tahun.

Kebanyakan orang dengan masalah ‘bau hantu’ ini, sekitar 89%, tidak membicarakan masalah dengan penyedia kesehatan mereka, para peneliti menemukan. Siapa pun bisa mendapatkan kondisi ini, tetapi orang-orang berpenghasilan rendah, meski para periset tidak yakin mengapa itu, serta mereka yang memiliki masalah mulut kering atau siapa pun dengan riwayat cedera kepala lebih mungkin terkena phantosmia.

Penting:   Pertimbangan Sebelum Mengonsumsi Obat Antidepresan
memuat...

“Mengapa lebih banyak wanita daripada pria? Mereka lebih selaras dengan kimianya,” kata rekan penulis studi, Donald Leopold, MD, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dan profesor bedah di University of Vermont Medical Center, Burlington. “Mereka membeli produk yang wangi lebih sering daripada laki-laki, misalnya.”

Penyebab Phantosmia

Menurut para ahli, orang-orang harus memberitahukan masalah ‘bau hantu’ ini kepada penyedia layanan kesehatan mereka. Pasalnya, gangguan ini telah dikaitkan dengan kondisi medis seperti serangan epilepsi, depresi, trauma kepala, dan migrain. Jadi, mengobati gangguan tersebut adalah pilihan bijaksana.

“Masalahnya adalah, dokter tidak bisa mengatakan apa penyebabnya,” sambung Leopold. “Ini entah bagaimana berhubungan dengan aliran udara. Saya memiliki yang melaporkan bahwa dia bangun tanpa mencium sesuatu yang tidak biasa. Tetapi, kemudian ia mengendus atau bersin, dan bau tanpa sumber kembali.”

Penting:   10 Obat Alami untuk Menyembuhkan Influenza (Flu)

Sementara itu, Bainbridge menimpali bahwa penyebab biologis dari ‘bau phantom’ masih belum diketahui. Menurutnya, sel-sel saraf yang terlalu aktif di rongga hidung mungkin memainkan peran, atau sesuatu yang mungkin salah dengan saraf pusat terkait dengan bagaimana bau ditafsirkan di .

Phantosmia

Beberapa pengobatan seperti anti-kejang atau antidepresan telah dilaporkan berhasil. sederhana di rumah juga berguna. Pasien bisa mengisi botol dengan air garam. Mereka berlutut lantai, meremas botol untuk menyuntikkan air asin ke setiap lubang hidung. Itu akan membuka rongga hidung bagian atas, dan kadang-kadang ‘bau hantu’ menghilang.

author

Leave a reply "Mengenal Phantosmia, Cium Bau yang Tidak Pernah Ada"