Myelocortical Multiple Sclerosis, Subtipe Baru dari Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis telah lama dianggap sebagai penyakit di , ketika sel-sel kekebalan menghancurkan lapisan pelindung (myelin) pada sel-sel saraf. Nah, kabar terbaru menyebutkan, telah menemukan subtipe anyar multiple sclerosis, dan penemuan tersebut tentunya mengubah pemahaman mengenai penyakit ini.

Multiple Sclerosis - www.cardiff.ac.uk

Multiple Sclerosis - www.cardiff.ac.uk

Penghancuran myelin (demyelination) pada multiple sclerosis terkait dengan kematian sel saraf yang mengarah pada cacat progresif pada pasien yang bersangkutan. Namun, subtipe multiple sclerosis yang baru diidentifikasi, disebut myelocortical multiple sclerosis, hilangnya neuron tetapi tidak merusak materi putih otak.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis jaringan otak dari 100 pasien multiple sclerosis yang menyumbangkan otak mereka setelah kematian. Para peneliti menemukan bahwa 12 otak tidak memiliki demielinasi materi putih.  Sementara untuk yang hidup, scan otak MRI dari 12 pasien itu tidak dapat dibedakan dari mereka dengan multiple sclerosis tradisional, kata penulis penelitian. Itu karena bagian dari neuron membengkak pada 12 pasien dan tampak seperti lesi khas multiple sclerosis yang disebabkan oleh kehilangan myelin materi putih, sehingga diagnosis myelocortical multiple sclerosis hanya mungkin setelah kematian.

Penting:   Ciri-ciri Penyakit Asam Urat (Arthritis Gout)

“Penelitian ini membuka sebuah arena baru dalam penelitian multiple sclerosis. Ini adalah yang pertama untuk memberikan bukti patologis bahwa degenerasi neuronal dapat terjadi tanpa kehilangan myelin pada otak pasien dengan penyakit ini,” kata pemimpin tim peneliti, Bruce Trapp, yang juga ketua departemen ilmu pengetahuan Lerner Research Institute di Cleveland Clinic. “ ini menyoroti perlunya terapi kombinasi untuk menghentikan perkembangan kecacatan pada kasus multiple sclerosis.”

memuat...

Menurut anggota tim peneliti lain, Dr. Daniel Ontaneda, identifikasi subtipe multiple sclerosis baru ini menyoroti kebutuhan untuk mengembangkan strategi yang lebih sensitif untuk mendiagnosis dan memahami patologi myelocortical multiple sclerosis dengan . “Kami berharap temuan ini akan mengarah pada strategi pengobatan baru yang disesuaikan untuk pasien yang hidup dengan berbagai bentuk multiple sclerosis,” ujar direktur klinis program donasi otak di Mellen Center for Treatment and Research di Cleveland Clinic tersebut.

Penting:   Kebiasaan Minum Alkohol dan Infeksi Virus Penyebab Utama Hepatitis dan Kanker Hati

Temuan isi sendiri sudah diterbitkan secara online pada tanggal 21 Agustus 2018 di The Lancet Neurology. Penelitian tersebut secara umum menunjukkan bahwa hilangnya neuron dan demyelination dapat terjadi secara independen di kasus multiple sclerosis. Ini menyoroti kebutuhan akan pemindaian MRI yang lebih sensitif, menurut para peneliti.

Sebelumnya, multiple sclerosis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu multiple sclerosis kambuhan, multiple sclerosis progresif sekunder, dan multiple sclerosis progresif . Jenis kambuhan merupakan jenis yang paling umum terjadi. Diperkirakan sekitar 80 persen penderita multiple sclerosis mengidap jenis ini. Sesuai namanya, multiple sclerosis kambuhan memiliki fluktuasi, ada masa ketika penderita mengalami serangan yang parah dan ada pula saat-saat akan berkurang atau mereda.

Penting:   Tips Simpel Mencegah Wasir (Ambeien)
author

Leave a reply "Myelocortical Multiple Sclerosis, Subtipe Baru dari Multiple Sclerosis"