Obat-obatan Medis dan Alami untuk Pengobatan Mandiri Pasien Malaria di Rumah

Datangnya musim hujan biasanya dibarengi dengan munculnya sejumlah kasus malaria di beberapa area, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Malaria disebabkan oleh organisme parasit yang dinamakan Plasmodium. Plasmodium ditularkan ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Serangan nyamuk Anopheles biasanya terjadi pada saat pagi dan sore hari.

sumutpos.co

sumutpos.co

Pengobatan pada malaria idealnya dilakukan dalam hitungan 24 jam setelah pasien terinfeksi, sayangnya malaria yang mirip dengan demam biasa seringkali disalahartikan oleh bayak orang. Sehingga, kebanyakan, pasien malaria baru dibawa ke pusat pengobatan ketika kondisinya sudah parah. Untuk itu, upaya pengobatan untuk Malaria difokuskan untuk mengurangi komplikasi lebih lanjut dan mencegah kematian akibat Malaria.

Pengobatan Malaria sangat bergantung pada usia , kondisi , tingkat keparahan gejala, jenis malaria yang diderita, apakah penderita dalam kondisi atau tidak, lamanya pengobatan, serta jenis yang akan digunakan.

Penting:   4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Campak

Obat-obatan untuk Mengobati Malaria

  • Klorokuin, adalah jenis obat yang paling efektif untuk mengobati malaria yang disebabkan oleh serangan Plasmodium falciparum, P. vivax, P. ovale, dan P. malariae.

  • Coartem, merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat-obatan dengan lumefantrine. Obat ini sangat ampuh untuk mengobati malaria akibat serangan P. falciparum.
    akan digunakan.

Obat-obatan untuk Mencegah Malaria

  • Klorokuin. Selain efektif untuk menyembuhkan, Klorokuin juga dapat mencegah serangan berulang atau kekambuhan malaria.

  • Mefloquine. Jenis obat ini juga biasa diresepkan dokter untuk mencegah serangan malaria. Meski begitu, konsumsi Mefloquine tidak disarankan untuk penderita yang memiliki riwayat aktif atau masalah mental lainnya. Obat ini juga tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh pasien yang memiliki riwayat kejang dan masalah pada irama .

  • Doxycycline. Obat ini menjadi alternatif pengganti Mefloquine. Sayangnya , masih ada batasan konsumsi untuk obat ini yakni tidak boleh dikonsumsi oleh hamil atau anak-anak berusia di bawah 9 tahun.

  • Malarone. Malarone merupakan kombinasi dari Atovakuon dan Proguanil. Malarone dikonsumsi untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh P. falciparum.

  • Primakuin. Anda dapat mengkonsumsi Primakuin untuk mencegah kekambuhan malaria akibat serangan P. vivax dan P. ovale malaria.

Penting:   Asyik, Ada Games tentang Ibu Hamil

Untuk memaksimalkan hasil pengobatan medis untuk kesembuhan pasien malaria, Anda juga dapat mengupayakan pengobatan mandiri di rumah dengan menggunakan beberapa alami.  Beberapa yang diunggulkan dalam pengobatan alami untuk Malaria diantaranya adalah Jeruk nipis, lemon, kayu manis, daun kemangi, jahe, dan jeruk bali.

  • Jeruk Nipis dan Lemon. Menurut ahli Naturopati, Menambahkan 4-5 tetes air jeruk nipis pada jus lemon dapat menurunkan quartan pada malaria.

  • Kayu Manis (cinnamon). Menambahkan 1 sdt bubuk kayu manis, 1 sdt madu, dan sejumput bubuk merica pada air yang kemudian didihkan diyakini dapat mengobati malaria jika dikonsumsi secara teratur.

  • Daun Kemangi. Daun kemangi dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah atau dengan direbus dahulu sebagai obat alami untuk malaria.

  • Jahe. Potong jahe menjadi potongan-potongan kecil dan tambahkan 2-3 sdt kismis. Rebus ramuan tersebut dalam segelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan air rebusan dan segera minum.

  • Jeruk Bali. Tak banyak yang menduga, jeruk bali merupakan salah satu bahan paling efektif untuk mengobati malaria. Jeruk bali mengandung zat quinine alami yang dapat diekstraksi dengan merebus ┬╝ bagian jeruk bali atau menghancurkan pulp-nya.
Penting:   Makanan/Minuman Buruk untuk Diabetes Tipe 2
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Obat-obatan Medis dan Alami untuk Pengobatan Mandiri Pasien Malaria di Rumah"