Obesitas pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?

No comment 347 views

Studi terbaru mengenai obesitas pada masa kanak-kanak baru saja dirilis, dan hasilnya tidak bagus. Sekitar 41,5 persen anak-anak usia 16 tahun sampai 19 tahun mengalami kelebihan berat badan pada rentang tahun 2015-2016, melonjak dari 36,7% pada dua tahun sebelumnya. Angka tersebut bahkan lebih buruk lagi bagi anak perempuan di kelompok usia tersebut, yaitu 47,9% di antaranya kelebihan berat badan, naik dari 35,6% pada tahun 2013-2014.

Obesitas Anak - health.liputan6.com

Obesitas Anak - health.liputan6.com

Ada kecenderungan mengkhawatirkan lain di antara anak usia 2 tahun sampai 5 tahun, yang menyebutkan 26% di antaranya kelebihan berat badan. Jika Anda melihat persentase yang bukan hanya kelebihan berat badan, tetapi obesitas, antara 2013-2014 dan 2015-2016, persentasenya naik dari 9,3% menjadi 13,7%.

Kecenderungan di antara anak-anak prasekolah sangat mengkhawatirkan, mengingat bahwa studi terbaru telah menemukan bahwa jika seorang anak kelebihan berat badan di ketika prasekolah, kemungkinan mereka akan tetap seperti itu sampai dewasa. Tidak ada yang namanya ‘baby fat’ lagi, dan lemak tidak hilang saat anak-anak tersebut bertambah tua.

Tingkat obesitas dikatakan jauh lebih tinggi di kalangan anak-anak kulit hitam dan Hispanic daripada anak-anak kulit putih dan Asia. budaya dan sosioekonomi berperan besar dalam obesitas. Di mana kita tinggal (yang memengaruhi ketersediaan dan harga pangan, serta ruang aman untuk berolahraga), pendapatan, ketersediaan kesempatan , program dan , hingga rutinitas sehari-hari, semuanya datang untuk ‘bermain’ dalam berat badan kita.

Meski demikian, itu tidak berarti kita tidak bisa melakukan apa pun. hal yang bisa kita lakukan, dan perlu dilakukan, adalah menganggap serius masalah ini. Tidak ada solusi yang akan membantu setiap anak, tetapi selalu ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk setiap anak, jika orang tua dan pengasuh bekerja keras dan tidak menyerah. Inilah beberapa hal yang harus dilakukan orang tua.

memuat...
  • Ketahui apakah anak Anda memiliki berat badan yang . Anda bisa menggunakan indeks massa tubuh untuk membantu Anda mengetahui hal ini. Ini adalah perhitungan yang menggunakan tinggi dan bobot untuk menghasilkan angka. Untuk orang dewasa, BMI antara 19 dan 25 dianggap . Sementara, untuk anak-anak, begitu BMI sampai ke 85 atau lebih tinggi, itu bisa dikatakan kelebihan berat badan.
  • Jika anak Anda kelebihan berat badan, jangan abaikan. Bicarakan dengan dokter Anda. Buat perubahan nyata, dan tetaplah bersama mereka. Anda seharusnya tidak pernah membuat anak merasa tidak enak karena kelebihan berat badan, dan sebaiknya Anda tidak pernah memberi anak makanan yang ketat kecuali jika dokter Anda memberi tahu Anda. Perubahan kecil dan sederhana seperti mengurangi jus atau soda, lebih banyak dan sayuran, serta membatasi makanan junk food, makanan cepat saji, dan manisan bisa membuat perbedaan besar.
  • Pastikan anak Anda aktif. Ini berlaku untuk semua anak, terlepas dari BMI mereka. Kebiasaan belajar di masa kanak-kanak berlangsung seumur hidup, dan olahraga membuat kita lebih sehat selamanya. Anak-anak direkomendasikan aktif selama satu jam sehari. Rata-rata anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, dan jika Anda menukar satu jam layar untuk jam latihan, Anda benar-benar dapat mengubah hidup mereka.
  • Berbelanja dan sajikan makanan sehat. Ini juga berlaku untuk semua anak dan tanpa memandang BMI. Ini adalah investasi dalam setiap orang.

Jika Anda tidak yakin bagaimana melakukan ini semua, atau jika usaha Anda tidak berhasil, bicarakan dengan dokter Anda. Terkadang, dibutuhkan beberapa brainstorming bersama untuk menemukan jalan ke depan.

Penting:   Waspada, Obesitas pada Anak Cenderung Bertahan hingga Dewasa
author

Leave a reply "Obesitas pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?"