Pengobatan TBC Dihentikan, Picu Tuberculosis Multi Drug Resistant

PENGOBATAN pasien TB MDR (Tuberculosis Multi Drug Resistant) ini harus ekstra sabar, baik dari dokter, perawat maupun si pasien. Pasalnya, butuh waktu enam hingga 18 bulan untuk penyembuhan pasien TB MDR tersebut. Tentunya dengan paduan obat yang harganya jauh lebih mahal serta penanganan yang lebih sulit. Disamping itu, paduan obat TB MDR ini jumlahnya lebih banyak dengan efek samping yang lebih berat.

Ketua Program Pengobatan TB , Dr dr Sudarsono, Sp P (K) mengatakan, lamanya pengobatan TB MDR ini karena penderita TB sudah mengalami kekebalan terhadap pengobatan TB lini pertama. Dimana, awalnya penderita TB lini pertama harus mengosumsi obat tuberculosis (OAT) dua , yakni obat utama dan pendamping. Dua obat utama, masing-masing rifambisin, dan isoniazit. Tiga obat pendamping, yakni etambutol, streptomisin , dan pirazinamit.

Penting:   Penyebab Sakit Pinggang, dan Herbal untuk Menanggulanginya

Pengobatan terhadap TB memerlukan waktu yang lama karena mycobacterium tuberculosis sifatnya sangat kuat. Dibutuhkan waktu 6 bulan untuk membasmi semua bakteri TB. "Mungkin pasien akan merasakan 'baikan' setelah beberapa minggu perawatan. Namun, biasanya bakteri TB masih di tubuh penderita. Oleh karena itu, orang yang didiagnosis TB harus minum obat selama 6 bulan meskipun gejala khas TB sudah tidak dikeluhkan lagi," jelas pria yang akrab disapa dr Darsono itu.

Jika pasien tidak minum obat secara teratur, hal ini justru dapat membahayakan jiwa. Bakteri TB akan berkembang semakin banyak dan penyakit pasien akan semakin parah. Jika tidak disiplin minum obat, bakteri TB menjadi resisten terhadap pengobatan sebelumnya atau yang akhirnya disebut dengan Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB MDR).

Penting:   Manfaat Solusi Dan Keuntungan Peserta Layanan BPJS Kesehatan

Menurut Darsono, persoalan TB MDR bukan sekadar kasus TB biasa yang sudah banyak ditangani petugas kesehatan. TB jenis ini tergolong lebih sulit penanganannya dengan biaya yang sangat mahal. Bahkan, bisa jadi diagnosis dan pemantauan TB MDR jauh lebih rumit melebihi penanganan kasus TB pada pasien HIV/AIDS.

memuat...

TBC-paru"Untuk mendiagnosis TB MDR, diperlukan pemeriksaan biakan dan uji kepekaan kuman terhadap obat," kata Darsono. Begitu pula dengan pengobatannya, perlu dukungan dan motivasi semua pihak, baik keluarga, dokter, perawat, farmasi, dan lainnya. Sebab, pasien TB MDR harus mengosumsi 18 hingga 25 tablet setiap hari dalam waktu yang cukup lama, yakni 18 bulan. "Kalau tidak kita pantau dan dukung takutnya drop out, kalau nanti drop out kondisinya tambah parah dan menular ke orang disekitarnya," ungkap Darsono.

Penting:   Penyakit Typus : Penyebab dan Penularannya

Darsono menambahkan, sebenarnya tim penanganan TB harus melaksanakan tatalaksana pasien TB yang berkualitas dengan tetap menggunakan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse) atau dikenal dengan strategi pendampingan minum obat.

Tujuannya supaya paling sedikit 95 persen pasien TB yng diobati bisa disembuhkan dan pasien TB yang drop out pengobatan dapat dicegah atau dikurangi sehingga tidak melaju menjadi TB MDR. "Strategi DOTS dimana kita mengerahkan orang- orang terdekat, keluarga atau petugas kesehatan untuk memantau meminum obat, sudah terbukti efektif dan efisien untuk menanggulangi kasus TB," pungkasnya.

Kata Kunci Pencarian: ciri TB MDR

author

Leave a reply "Pengobatan TBC Dihentikan, Picu Tuberculosis Multi Drug Resistant"