Penyakit Degeneratif Tulang : Osteoporosis dan Penyebabnya

No comment 4029 views

Osteoporosis adalah penyakit di mana kepadatan berkurang sehingga menyebabkan menjadi lemah dan rentan terhadap patah . Kondisi ini lebih sering terjadi pada manula, tetapi dapat juga terjadi pada semua usia baik laki-laki dan .

osteo_po

Pada , Menopause akan meningkatkan resiko osteoporosis. Hal ini disebabkan karena hormon estrogen yang menjadi sumber pertahanan kekuatan tulang pada , tidak lagi diproduksi oleh ovarium setelah menopause. Selain itu massa tulang yang lebih 30% dibandingkan pria juga menjadi salah satu pemicunya. Makan yang kaya kalsium dan  D dan latihan rutin menahan beban merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis.

Terdapat 2 Osteoporosis, yaitu primer dan sekunder.

  1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer terjadi jika proses perusakan tulang lebih cepat dari produksi tulang, dikarenakan organ/hormone yang menurun. Jenis ini lebih banyak terjadi pada wanita setelah menopause.

Penting:   4 Gerakan Olahraga Ringan untuk Mengecilkan Perut

     2.  Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis sekunder dapat terjadi pada usia muda dan setengah baya. Osteoporosis sekunder dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya :

  • Konsumsi -obatan  kortikosteroid
  • Penyakit kronis seperti anoreksia nervosa ( makan yang menyebabkan kekurangan gizi)
  • Melakukan latihan berlebihan (pada wanita)sehingga mengganggu siklus menstruasi dan produksi estrogen.

 

Penyebab Osteoporosis

 

Tulang terdiri sebagian besar dari mineral seperti kalsium. Tulang-tulang dalam tubuh kita terus-menerus rusak dan diganti dengan tulang baru. Siklus membangun tulang baru ini memakan waktu sekitar 100 hari dan dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan dalam tubuh kita (seperti estrogen pada wanita) dan juga oleh kadar kalsium dan vitamin D. Osteoporosis terjadi ketika jaringan tulang dan mineral yang hilang lebih cepat dari tulang yang menggantikan .

Penting:   Penyebab dan Gejala Hernia pada Pria
memuat...

Selain itu, juga terdapat beberapa factor yang diduga dapat meningkatkan risiko osteoporosis, diantaranya:

  • Penurunan kadar hormon estrogen setelah menopause

Tingkat kerapuhan tulang meningkat secara signifikan setelah menopause karena indung telur berhenti memproduksi estrogen,    hormon yang memainkan peran utama dalam proses perbaikan tulang. Atlet wanita dan wanita yang menderita anoreksia nervosa juga beresiko lebih tinggi terkena  osteoporosis. Wanita yang mengalami menopause dini (sebelum 45 tahun) lebih cenderung terkena osteoporosis.

  • Riwayat Keluarga menderita Osteoporosis

Osteoporosis cenderung menurun dalam garis keluarga. Orang-orang keturunan Eropa dan Asia adalah yang paling berisiko.

  • Gaya hidup dan kondisi kesehatan

gaya hidup seperti merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan, minum obat tertentu (seperti kortikosteroid), dan memiliki kondisi medis tertentu (misalnya  penyakit Crohn, penyakit celiac, hipertiroidisme primer, rheumatoid arthritis, dan hipogonadisme) juga dapat menyebabkan tulang keropos. Orang dengan diabetes tipe juga lebih beresiko terkena osteoporosis dibandingkan mereka yang tanpa diabetes.

  • Kurang olahraga
Penting:   Ciri-ciri Penyakit Asam Urat (Arthritis Gout)

Orang-orang yang aktif secara fisik lebih rendah peluangnya mengalami osteoporosis, karena tulang mereka lebih kuat dan lebih kecil kemungkinannya untuk keropos. Sebaliknya, orang yang terbaring di tempat tidur atau tidak aktif untuk jangka waktu yang panjang akan kehilangan massa tulang sangat cepat dan berisiko tinggi terkena osteoporosis.

  • Kekurangan kalsium

Anak-anak, remaja, dan orang dewasa perlu asupanan vitamin dan mineral yang cukup. Kalsium dan vitamin D sangat penting dalam pemeliharaan kesehatan tulang dan sebagai pencegahan osteoporosis.

 

 

Kata Kunci Pencarian: kelainan tulang osteoporosis

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Penyakit Degeneratif Tulang : Osteoporosis dan Penyebabnya"