RHD adalah kondisi jantung kronis yang disebabkan oleh demam rematik. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan. Demam rematik disebabkan oleh infeksi streptokokus tipe A. Mengobati radang tenggorokan dengan antibiotik dapat mencegah terjadinya demam rematik. Selain itu, antibiotik biasa (suntikan biasanya bulanan) dapat mencegah memburuknya gejala demam rematik.
Penyakit jantung rematik atau RHD (Rheumatic Heart Disease) adalah penyakit jantung yang paling umum terjadi pada anak-anak di beberapa negara di dunia, terutama di negara-negara berkembang dimana kemiskinan masih menjadi masalah utama.
Demam rematik akut terutama mempengaruhi jantung, sendi dan sistem saraf pusat. Demam rematik akut akan menyebabkan terjadinya fibrosis katup jantung, yang mengarah ke kelumpuhan, penyakit katup jantung, gagal jantung dan kematian.
Fakta tentang Penyakit Jantung Rematik
Penyakit RHD terjadi sangat tinggi jumlahnya di negara-negara berpenghasilan rendah, namun sangat rendah jumlahnya di Negara-negara maju. Daerah yang memiliki penderita RHD dengan jumlah tertinggi adalah sub-Sahara Afrika, Asia selatan-tengah, Asia Pasifik dan penduduk asli Australia dan Selandia Baru.
Data menunjukkan Sampai dengan 1 persen dari semua anak-anak sekolah di Afrika, Asia, wilayah Mediterania Timur, dan Amerika Latin menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Gejala
Gejala masalah pada katup jantung sering dikarenakan oleh penyakit jantung rematik. Gejala yang mungkin terjadi adalah
- nyeri dada
- kelelahan yang berlebihan
- jantung berdebar-debar atau malah detak jantung melambat
- sensasi berdebar di dada
- sesak napas
- bengkak pergelangan kaki, pergelangan tangan atau perut.
Pencegahan dan Pengobatan
Pencegahan primer demam rematik akut (pencegahan serangan awal) dapat dilakukan dengan mengobati infeksi tenggorokan akut yang disebabkan oleh bakteri streptokokus tipe A. Hal ini biasanya dilakukan hingga 10 hari melalui antibiotik oral (biasanya penisilin) atau injeksi penisilin intramuskular tunggal.
Penderita RHD yang telah mengalami serangan demam rematik biasanya beresiko tinggi untuk mendapatkan serangan berulang yang memperburuk kerusakan jantung. Pencegahan serangan berulang dari demam rematik akut dikenal sebagai pencegahan sekunder. Hal ini melibatkan konsumsi rutin antibiotic selama bertahun-tahun. Program pencegahan sekunder saat ini dianggap lebih efektif untuk pencegahan RHD dari pencegahan primer dan merupakan satu-satunya pilihan yang layak untuk negara-negara berpenghasilan rendah-menengah untuk saat ini.
Operasi seringkali diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung pada pasien dengan kerusakan katup yang parah.
Kata Kunci Pencarian: penyakit rhd,rheumatic heart disease adalah






