Awas, Polusi Udara Bisa Membunuh Orang Sebanyak Rokok

Ilmu pengetahuan dengan jelas menunjukkan bahwa udara yang tidak sehat itu sangat berbahaya. Polusi udara, terutama polusi partikel udara yang tak terlihat, dikenal sebagai PM2.5, meningkatkan risiko masalah yang serius, dan itu bisa membunuh. Bahkan, kadar yang sangat rendah berperan dalam kematian akibat penyakit jantung dan paru-paru.

Polusi Udara - smartairfilters.com

Polusi Udara - smartairfilters.com

Hubungan antara polusi udara dan bahaya kesehatan yang begitu kuat membuat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (), Tedros Adhanom Ghebreyesus, PhD, menyebut polusi udara sebagai ‘tembakau baru’. Perkiraan baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya menghirup udara yang tercemar, memainkan peran dalam kematian lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia, lebih dari jumlah kematian akibat tembakau.

Menurut studi Richard Muller, PhD, seorang fisikawan dan peneliti iklim di University of California, pada tahun 2018, rata-rata orang AS terpapar bahaya sekitar sepertiga dari sebatang rokok setiap hari. Sementara sepertiga dari sebatang rokok sehari mungkin tidak terdengar banyak, namun angkanya bisa hingga lebih dari seratus batang rokok dalam 1 tahun, dan lebih dari 1.000 dalam 10 tahun. Risiko kesehatan dari menghirup polusi udara bertambah, memukul setiap pria, , dan anak-anak. “Polusi udara adalah bencana lingkungan terbesar di dunia saat ini,” kata Muller.

Muller menggarisbawahi bahwa dia tidak mengatakan bahwa menghirup polusi udara sama dengan merokok. Ini lebih seperti ilustrasi matematis tentang bagaimana keduanya dapat menyebabkan bahaya serupa selama beberapa saat. Namun, menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari merokok dan polusi udara serupa. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa menghirup udara dengan sedikit peningkatan tingkat polusi udara selama 10 tahun menyebabkan kerusakan paru-paru yang seperti terlihat setelah 29 tahun merokok sebungkus rokok sehari.

Polusi udara juga membawa banyak risiko kesehatan lain yang terkait dengan merokok, mulai dari kanker paru-paru dan emfisema hingga penyakit jantung dan stroke. Seperti halnya rokok, jumlah kecil pun tidak aman. Semakin banyak kita menarik napas, semakin tinggi risikonya. Para peneliti telah menemukan bahwa peningkatan polusi partikel yang sederhana sekalipun dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau paru-paru dan kanker paru-paru. 

“Cukup banyak orang menghirup polutan udara tanpa menyadarinya, yang merupakan sebagian alasan mengapa polusi udara menyebabkan masalah kesehatan pada begitu banyak orang,” kata Arden Pope, PhD, seorang profesor ekonomi di Universitas Brigham Young dan pakar terkenal dunia tentang dampak dari polusi udara. ”Tinggal di daerah dengan polusi tinggi lebih seperti hidup dengan orang yang merokok dua hingga tiga bungkus sehari.”

Susunan polusi udara sangat berbeda dan tergantung pada tempat tinggal kita. Dari mobil hingga pembangkit listrik, membakar bahan bakar fosil seperti gas dan batubara, melepaskan banyak polutan berbahaya ke udara. Setiap kali kita menyalakan mesin, racun penyebab kanker seperti benzena, bersama dengan gas dan partikel berbahaya, memenuhi udara. Bahkan, peristiwa alam seperti kebakaran hutan dapat merusak kesehatan kita, mengirimkan partikel dan gas berbahaya jauh ke udara.

memuat...

Efek Negatif Polusi Udara

Dalam jangka pendek, lonjakan polusi udara dapat memperburuk masalah medis, seperti asma dan penyakit jantung. Sementara, dalam jangka panjang, bahkan paparan tingkat rendah yang dianggap dapat diterima oleh Environmental Protection Agency (EPA), dapat berperan dalam mengembangkan penyakit paru-paru dan jantung. Semakin banyak penelitian sekarang menemukan kaitan dengan kerusakan di hampir setiap dalam tubuh kita, dari hingga tulang.

“Polusi udara benar-benar adalah pembunuh diam-diam,” tandas Dean Schraufnagel, MD, seorang ahli paru di Universitas Chicago di Chicago dan direktur Forum Masyarakat Pernapasan Internasional. “Pada saat orang menderita kanker paru-paru atau penyakit jantung, mereka berpikir bahwa itu adalah nasib buruk atau gen buruk. Mereka tidak menyadari bahwa polusi udara selama bertahun-tahun mungkin berperan.”

Anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua menghadapi risiko tertinggi karena pertahanan tubuh mereka kurang kuat daripada orang dewasa yang sehat. Untuk anak-anak, kerusakan dapat terjadi bahkan sebelum mereka dilahirkan. Polusi udara dapat menyebabkan kelahiran prematur dan lahir rendah, menempatkan bayi pada risiko masalah kesehatan seumur hidup.

Setelah lahir, anak-anak menghadapi lebih banyak risiko dari polusi udara karena organ mereka masih berkembang. Mereka juga menghirup jumlah polutan yang lebih tinggi karena cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di luar, bernapas lebih cepat daripada orang dewasa, dan bernapas lebih banyak melalui mulut mereka.

Menghirup udara yang tercemar selama masa perkembangan kritis juga dapat merusak otak anak-anak kecil, memengaruhi cara mereka berpikir dan merasakan. Udara yang tercemar sebelumnya telah dikaitkan dengan autisme, kecerdasan yang lebih rendah, masalah perhatian, dan risiko masalah kesehatan mental yang lebih tinggi seperti kecemasan.

Tips Menghindari Paparan Polusi Udara

Cara terbaik untuk mengurangi risiko masalah kesehatan adalah dengan menghindari menghirup udara yang tercemar. Ini terutama berlaku untuk wanita hamil, bayi, anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis kronis. Namun, itu sulit dilakukan jika Anda tinggal di daerah dengan lalu lintas tinggi atau dekat dengan pabrik-pabrik yang berpolusi.

Sungkup muka, khususnya yang disebut masker respirator, dapat menyaring polusi partikel jika dipakai dengan cara yang benar. Masalah utama adalah bahwa orang harus membeli masker yang tepat dan memakainya dengan segel kedap udara. Karena jika tidak, itu tidak akan menyaring polusi berbahaya. Sebagian besar masker juga tidak menyaring gas beracun tertentu dan masih dapat menyebabkan paru-paru yang berbahaya.

Bagi kebanyakan orang, memperhatikan peringatan udara adalah awal yang baik. Menghindari kegiatan di luar rumah pada ‘hari udara yang tidak sehat’ sangat penting. Di luar hari-hari peringatan udara, para dokter merekomendasikan berjalan atau berolahraga di tempat-tempat yang jauh dari jalan dengan lalu lintas tinggi dan mobil atau bus yang berhenti. Filter udara HEPA berkualitas tinggi di rumah dapat menurunkan partikel di udara. Sementara, makan yang sehat dan berolahraga juga dapat menurunkan risiko masalah kesehatan dari polusi udara.

Penting:   Antibiotik Diklaim Ampuh Atasi Radang Usus Buntu
author

Leave a reply "Awas, Polusi Udara Bisa Membunuh Orang Sebanyak Rokok"