Ragam Terapi Non Farmakologi untuk Penderita Hipertensi

No comment 11696 views

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang angka kejadiannya terbilang cukup tinggi di Indonesia. Semakin hari, semakin banyak saja jumlah hipertensi dan tak sedikit dari tersebut yang tak menyadari bahwa telah menderita hipertensi. Hal ini tak mengherankan, karena pada awalnya hipertensi terjadi secara asimptomatis atau gejala.penderita-hipertensi

Jika tak segera diatasi, hipertensi dapat berakhir menjadi komplikasi yang lebih serius seperti stroke, gagal , gagal , atau masalah. Hipertensi dikarakteristik dengan kondisi dimana tekanan darah seseorang menjadi lebih tinggi atau melampaui tekanan darah normal pada beberapa kali pengukuran dengan kondisi berbeda (keadaan santai, aktivitas ringan, serta aktivitas berat). Jadi, diagnosa hipertensi tidak bisa ditentukan hanya dengan sekali pengukuran tekanan darah.

Beberapa hal yang dikaitkan dengan terjadinya hipertensi diantaranya adalah faktor usia lanjut, obesitas atau kegemukan, kurang olahraga, merokok, riwayat keluarga pengidap hipertensi, dan beberapa kesehatan lain seperti mikroalbuminuria, dislipidemia, ataupun mellitus.

Penting:   Apakah Daging Beku yang Telah Mencair Aman Dibekukan Kembali?

Untuk mengatasi hipertensi, dokter akan menyarankan pasiennya untuk menjalani 2 terapi. Terapi ini diantaranya adalah terapi farmakologi (menggunakan -obatan) dan terapi non farmakologi (tanpa -obatan). Kedua jenis terapi ini harus dijalani secara bersamaan untuk memperoleh perbaikan kondisi tekanan darah yang optimal. Nah, kali ini kita akan fokus membahas tentang terapi Non Farmakologi untuk penderita hipertensi.

Terapi Non Farmakologi merupakan terapi tambahan selain hanya mengkonsumsi obat-obatan. dari menjalani terapi non-farmakologi adalah untuk meningkatkan efikasi obat, menurunkan efek samping obat, serta memperbaiki kondisi pembuluh darah dan jantung.

memuat...

Berikut ini adalah beberapa hal yang termasuk dalam bagian terapi non-farmakologi untuk para penderita hipertensi,

  • Menstabilkan berat badan. Umumnya, penderita hipertensi masuk pada golongan yang juga menderita obesitas. Menurunkan sekitar 4-5 kg berat badan dapat berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah hingga 7 mmHg. Idealnya, penderita hipertensi harus mempertahankan agar indeks massa tubuhnya berkisar antara 18,5-24,9 kg/m2.

  • Berhenti merokok. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko vasokonstriksi, menurunkan aktivasi system saraf simpatis, menurunkan kadar norepinefrin, karbon monoksida, risiko koagulasi, agregasi platelet, dan stress oksidatif pada tubuh.

  • Mengurangi konsumsi kafein. Konsumsi kafein dalam batas tertentu dapat menstimulasi vasokonstriksi seperti halnya saat merokok, serta menurunkan elastisitas pembuluh darah aorta.

  • Membatasi konsumsi alkohol. Alkohol berpotensi meningkatkan tekanan darah, kadar hormon aldosteron, serta kortisol. Seorang penderita hipertensi disarankan untuk tidak mmelebihi batas konsumsi alkohol sebanyak 3 gram per hari.

  • Latihan fisik teratur. Ketika telah masuk pada kondisi jantung dan pembuluh darah yang optimal, penderita hipertensi disarankan untuk melakukan aktifitas fisik berarti seperti senam aerobik, berlari, atau jogging minimal 60 menit setiap hari.

  • Mengoptimalkan Nutrisi. Penderita hipertensi disarankan untuk mengkonsumsi cukup buah dan sayuran. Mereka juga harus menghindari makanan yang sarat dengan lemak jenuh atau kolesterol.

  • Hentikan Konsumsi Obat yang Memicu Hipertensi. Beberapa jenis obet seperti obat kontrasepsi oral, kortikosteroid, obat anti nyeri, dan nikotin dikenal memiliki efek samping untuk memicu gejala hipertensi.

Penting:   Ini Bantuan yang Dapat Diberikan untuk Penderita Kecemasan

Relaksasi dan Manajemen Stres. Melakukan beberapa kegiatan spiritual terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah. Yoga, Pilates, Psikoterapi, dan Terapi Hipnosis adalah beberapa contohnya.

Kata Kunci Pencarian: terapi non farmakologi hipertensi,terapi hipertensi non farmakologis

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Ragam Terapi Non Farmakologi untuk Penderita Hipertensi"