Sarapan dengan GI Rendah Kurangi Risiko Diabetes

No comment 1086 views

Bagi sebagian orang, sarapan acapkali ditinggalkan. Kebanyakan beralasan bahwa mereka tidak memiliki banyak waktu untuk sarapan dan keburu dikejar jam kerja atau sekolah. Padahal, sejak beberapa dekade yang silam, para ahli telah mengatakan bahwa sarapan adalah makanan yang paling penting untuk menunjang aktivitas sepanjang hari.

sarapan pagi - pedulisehat.info

sarapan pagi - pedulisehat.info

Untuk lebih menguatkan pentingnya sarapan, peneliti dari Clinical Nutrition Research Centre (CNRC) telah membuktikan mengapa sarapan itu menjadi salah kebutuhan utama. Mereka berpendapat bahwa apa yang dimakan seseorang ketika sarapan memengaruhi kadar dalam untuk aktivitas sepanjang hari.

tersebut menyebutkan, orang yang memiliki indeks gula atau glycaemic index (GI) pada menu sarapan dan sore yang rendah, maka secara signifikan gula dalam darah mereka berkurang untuk sisa hari. GI ini sendiri mengukur kadar gula dalam darah dari karbohidrat yang dikonsumsi. Sebuah respon glikemik adalah gula dalam darah dari waktu ke waktu yang berasal dari makanan.

Penting:   Metode Terapi Listrik untuk Kesehatan
memuat...

Meski makan siang menawarkan sajian prasmanan standar dan tiap orang bebas mengonsumsi apa saja yang ingin mereka makan, namun tetap saja apa yang dikonsumsi saat sarapan membuat perbedaan yang besar untuk respon glikemik mereka. “Jadi, apa yang Anda makan saat sarapan merespon glukosa Anda sepanjang hari pada amplitudo yang rendah,” kata Kepala CNRC, Profesor Jeyakumar Henry.

Para peneliti menyimpulkan dua alasan untuk hal ini. Salah satunya adalah bahwa mereka yang sarapan dengan GI yang rendah kemungkinan sudah lebih kenyang dan akhirnya makan hanya dalam porsi sedikit ketika makan siang. Sementara yang lain, disebut dengan “second meal effect” ketika makanan dengan GI rendah mengurangi respon glukosa untuk makan yang berikutnya.

Penting:   Remaja Pengkonsumsi Ganja Berpotensi Mengalami Skizofrenia

Menurut studi yang diterbitkan Journal of Clinical and Translational Endocrinology tahun lalu, para peneliti menyarankan bahwa sarapan dengan kadar GI yang rendah dapat mengurangi pengembangan diabetes tipe 2, yang disebabkan kadar gula darah yang tinggi. Sebaliknya, memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menekan pankreas.

Seiring waktu, terlalu banyak stres dapat mengurangi efektivitas pankreas. Dan, ketika pankreas secara konsisten membersihkan gula, maka orang berisiko diabetes. Tingginya kadar gula dalam darah juga secara signifikan meningkatkan risiko kardiovaskular, kebutaan, dan gagal ginjal.

author

Leave a reply "Sarapan dengan GI Rendah Kurangi Risiko Diabetes"