Suplemen Minyak Ikan, Benarkah Baik untuk Kesehatan Jantung?

Selama hampir dua dekade, American Heart Association (AHA) merekomendasikan pada orang dengan penyakit jantung koroner agar mengonsumsi asam lemak omega-3 (jenis asam lemak yang ditemukan dalam ikan dan minyak ikan) untuk mencegah serangan jantung lainnya. Rekomendasi ini didasarkan pada uji acak, yang menemukan bahwa minyak ikan dikaitkan dengan tingkat stroke, serangan jantung, dan kematian yang lebih rendah. Sayangnya, dampak minyak ikan pada pencegahan serangan jantung atau stroke pertama (pencegahan primer) tidak pernah ditunjukkan dengan jelas.

Suplemen Minyak Ikan - wanderingwithheidi.com

Suplemen Minyak Ikan - wanderingwithheidi.com

Dilansir Harvard Health Publishing, baru-baru ini, ada sebuah uji coba besar yang meneliti hubungan kompleks antara minyak ikan dan jantung. Hasilnya beragam dan agak membingungkan, membuat dan dokter bertanya-tanya, apakah suplemen minyak ikan ini memang mengurangi risiko penyakit jantung atau tidak?

Bagaimana mungkin asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan memberikan kesehatan jantung? kemungkinan telah diusulkan dan didukung oleh terhadap hewan. Mekanisme perlindungan ini termasuk menstabilkan aliran darah dalam dan sekitar jantung, mengurangi kadar trigliserida darah, menurunkan tekanan darah, mencegah pembekuan darah, dan mengurangi peradangan.

Terlepas dari data pada studi hewan ini, studi klinis pada manusia belum secara konsisten mendukung manfaat perlindungan suplemen minyak ikan. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam JAMA Cardiology menemukan bahwa tidak ada manfaat yang jelas dari suplemen minyak ikan dalam mencegah penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular utama (CVD), seperti serangan jantung atau stroke, terutama pada orang yang berisiko tinggi mengalami CVD.

memuat...

Ini diikuti oleh publikasi uji coba ASCEND dan VITAL. Dalam studi ASCEND, yang memeriksa pasien diabetes jantung koroner, suplemen minyak ikan tidak mengurangi serangan jantung atau stroke, tetapi secara signifikan menurunkan risiko kematian akibat serangan jantung dan stroke. Sementara, VITAL meneliti efek minyak ikan pada pencegahan primer pada orang dengan risiko penyakit jantung reguler, dan juga gagal menemukan pengurangan yang signifikan pada semua kejadian CVD utama. 

Uji coba REDUCE-IT diterbitkan berikutnya. Percobaan ini melihat efek dari suplemen minyak ikan dosis tinggi pada orang dengan kadar trigliserida darah tinggi yang berisiko tinggi terkena CVD. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, REDUCE-IT menemukan pengurangan yang signifikan pada masalah kardiovaskular di antara peserta yang menggunakan suplemen minyak ikan dosis tinggi. Namun, jika sebagian besar studi telah menguji 1 gram atau kurang minyak ikan dengan kombinasi asam eikosapentaenoat (EPA) dan docosahexaenoic (DHA), REDUCE-IT menggunakan dosis 4 gram EPA saja.

Pada bulan Oktober 2019, pengulangan meta-analisis dilakukan JAMA Cardiology, tetapi sekarang termasuk 3 percobaan baru, diterbitkan dalam Journal of American Heart Association. Penambahan tiga uji coba ini meningkatkan sampel hampir 65%, dari 77.917 peserta penelitian menjadi 127.477 peserta. Dalam menganalisis ulang data yang diperluas, ditemukan bahwa suplemen minyak ikan omega-3 menurunkan risiko serangan jantung dan kematian akibat jantung koroner, tetapi tidak ada efek pada stroke. Dengan kata lain, semakin tinggi dosis omega-3, semakin besar pengurangan risikonya.

Dari beberapa studi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa omega-3 dari suplemen minyak ikan tampaknya menyehatkan jantung dan memiliki efek perlindungan untuk jantung koroner. Namun, sebelum kita semua mulai mencari suplemen, ada baiknya mengikuti diet jantung yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran segar, dengan protein tanpa lemak seperti ikan. Bagi Anda yang berisiko tinggi, terutama mereka yang memiliki kadar trigliserida tinggi, ada baiknya berbicara dengan dokter tentang suplemen minyak ikan EPA dosis tinggi.

Penting:   Pantangan untuk Penderita Maag atau Gastritis
author

Leave a reply "Suplemen Minyak Ikan, Benarkah Baik untuk Kesehatan Jantung?"