Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi untuk Menangani BPH

No comment 4805 views

Benign Prostatic Hyperplasia atau yang disingkat BPH, merupakan kondisi dimana terjadi pembesaran prostat namun bersifat jinak (non ). Biasanya, kondisi ini terjadi pada dengan usia di atas 50 tahun. Para penderita BPH umumnya akan mengalami beberapa gejala, diantaranya selalu ingin berkemih namun sukar mengeluarkan urin, aliran urin tersendat-sendat, frekuensi berkemih semakin meningkat di malam hari, serta merasa tidak tuntas pada saat berkemih. Pada kondisi lebih parah, bisa saja berkemih dengan disertai keluarnya .penderita-prostat

Untuk itulah, diperlukan pengobatan berupa beberapa jenis terapi untuk penderita BPH. Penanganan pasien BPH sendiri dibagi menjadi 2, yakni penanganan BPH dengan gejala ringan dan penanganan BPH dengan gejala parah.

Penting:   Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Gula

Penanganan Penderita BPH Gejala Ringan

Pada penderita BPH dengan gejala ringan, pasien biasanya cukup ditangani dengan terapi farmakologis berupa konsumsi obat-obatan, terapi menahan kemih, serta anjuran perubahan gaya hidup.

Obat yang seringkali diberikan pada penderita BPH gejala ringan diantaranya adalah Dutasteride dan Finasteride. Kedua jenis obat ini bekerja dengan cara menghambat efek hormon dihidrotestosteron untuk mereduksi ukuran prostat dan meredakan gejala. Penggunaan obat ini harus mendapat pengawasan ketat dari karena memiliki efek samping yang cukup serius, diantaranya menurunnya kualitas dan kuantitas sperma, impotensi, serta risiko menghasilkan bayi yang cacat.

memuat...

Selain itu, jenis obat penghambat alfa seperti Alfuzosin dan Tamsulosin juga dapat dikombinasikan dengan kedua jenis obat tadi. Fungsinya, adalah untuk melemaskan otot-otot kandung kemih sehingga dapat memperlancar laju urin. Efek samping dari penggunaan obat ini adalah termasuk sakit kepala, badan lemas, hingga hipotensi dan pingsan.

Penting:   Tips Dapatkan Hasil Maksimal dari Berjalan

Pasien juga menjalani sesi terapi menahan berkemih. Pada terapi ini, pasien akan diajarkan bagaimana cara menahan berkemih setidaknya dalam jeda 2 jam sekali, termasuk cara mengalihkan , cara mengatur pernapasan, dan relaksasi otot.

Sedangkan untuk perubahan gaya hidup mencakup olahraga teratur, mengurangi atai menghentikan secara total konsumsi kafein dan alkohol, serta menentukan jadwal minum agar terhindar dari nokturia (peningkatan frekuensi berkemih di malam hari).

Penanganan Penderita BPH Gejala Parah

Satu-satunya cara yang masih diyakini efektif untuk menangani penderita BPH dengan gejala parah adalah melalui jalan operasi. Beberapa jenis operasi yang dilakukan pada penderita BPH diantaranya adalah Operasi Prostatektomi terbuka, Operasi reseksi transuretra prostat (TURP), dan Insisi transuretra prostat (TUIP).

Penting:   Tentang Kanker Kolorektal: Faktor Risiko, Diagnosis, dan Pengobatan
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi untuk Menangani BPH"