Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya

No comment 5438 views

Estrogen merupakan sekelompok senyawa steroid yang berfungsi membentuk tanda sekunder pada wanita. Kadar hormon ini mencapai puncaknya pada wanita usia subur dan akan turun setelah wanita mengalami menopause. Penurunan kadar estrogen dapat memicu berbagai gejala yang tidak diinginkan, seperti keringat berlebih, jantung berdebar, maupun sensasi rasa (hot flushes). Oleh karena itu, muncullah terapi penggantian hormon estrogen atau yang biasa disebut dengan Estrogen Replacement Therapy (ERT). Tak hanya meredakan gejala pasca menopause, terapi estrogen juga dapat mencegah terjadinya osteoporosis akibat tulang keropos pada wanita.

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

Terapi penggantian Estrogen terbagi menjadi dua, yakni terapi estrogen serta terapi kombinasi estrogen–progesteron. Terapi penggantian Estrogen saja biasa diberikan pada pasien yang telah menjalani pengangkatan rahim. Sedangkan pada pasien yang masih memiliki rahim, disarankan untuk menjalani terapi Estrogen–progesteron.

Penting:   Manfaat Hebat ‘Terapi Air Putih’ untuk Kesehatan

Estrogen untuk terapi tersedia dalam berbagai bentuk, diantaranya tablet, obat oles, maupun koyo (patch). Estrogen harus digunakan secara , untuk alasan tersebut maka perlu untuk mengkonsultasikan penggunaannya dengan dokter.

memuat...

Menjalani Terapi Estrogen dalam jangka panjang dapat memunculkan beberapa efek samping, diantaranya pusing atau , mual, muntah, mata kering, kram pada perut atau kaki, perut kembung, ruam, nyeri pada payudara, naik atau turun, serta perubahan emosi dan gairah seks. Estrogen juga akan sedikit meningkatkan risiko stroke, pembekuan darah, dan beberapa masalah lainnya.

Estrogen oral, ketika dikombinasikan dengan progestin, akan meningkatkan risiko payudara dan serangan jantung. Estrogen oral juga akan memperberat kerja hati, sehingga tidak disarankan untuk wanita yang memiliki gangguan pada organ hati.

Penting:   Gangguan dan Masalah Kulit pada Anak : Dermatitis atau Ruam

Kelompok usia yang tidak disarankan mengkonsumsi estrogen diantaranya anak-anak, wanita hamil, maupun wanita menyusui. Penggunaannya pada lanjut usia juga harus diperhatikan, jikalau terdapat kondisi-kondisi seperti berikut ini :

  • Diduga atau pernah mengidap kanker payudara, kanker rahim, atau jenis kanker lain yang sensitif terhadap estrogen

  • Sedang menjalani terapi hormon tiroid

  • Menderita gangguan penggumpalan darah, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, , epilepsi, , lupus, hipertensi,

  • Memiliki masalah pada rahim, porfiria, pendarahan dari vagina tanpa sebab yang jelas

  • Memiliki riwayat migrain atau sakit kepala dengan intensitas parah.

Kata Kunci Pencarian: terapi hormon estrogen,efek samping phenokinon,suntik hormon estrogen,efek suntik hormon estrogen,efek samping terapi hormon estrogen,https://sehat link/terapi-hormon-estrogen-kenali-dahulu-efek-sampingnya info,obat suntik hormon perempuan,suntik hormon estrogen untuk payudara

Penting:   Rekonstruksi Payudara dengan ‘Pencangkokan’ Lemak Usai Mastektomi
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya"