Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya

No comment 7794 views

Estrogen merupakan sekelompok senyawa steroid yang berfungsi membentuk tanda sekunder pada . Kadar hormon ini mencapai puncaknya pada usia subur dan akan turun setelah mengalami menopause. Penurunan kadar estrogen dapat memicu berbagai gejala yang tidak diinginkan, seperti keringat berlebih, berdebar, maupun sensasi rasa panas (hot flushes). Oleh karena itu, muncullah terapi penggantian hormon estrogen atau yang biasa disebut dengan Estrogen Replacement Therapy (ERT). Tak hanya meredakan gejala pasca menopause, terapi estrogen juga dapat mencegah terjadinya osteoporosis akibat keropos pada .

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

Terapi penggantian Estrogen terbagi menjadi dua, yakni terapi estrogen serta terapi kombinasi estrogen–progesteron. Terapi penggantian Estrogen saja biasa diberikan pada pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan . Sedangkan pada pasien yang masih memiliki , disarankan untuk menjalani terapi Estrogen–progesteron.

Penting:   Gejala Tumor Rongga Mulut Sering Tidak Disadari

Estrogen untuk terapi tersedia dalam berbagai bentuk, diantaranya tablet, oles, maupun koyo (patch). Estrogen harus digunakan secara tepat, untuk alasan tersebut maka perlu untuk mengkonsultasikan penggunaannya dengan dokter.

memuat...

Menjalani Terapi Estrogen dalam jangka panjang dapat memunculkan beberapa efek samping, diantaranya pusing atau sakit kepala, mual, muntah, mata kering, kram pada perut atau kaki, perut kembung, ruam, nyeri pada payudara, berat badan naik atau turun, serta perubahan dan gairah seks. Estrogen juga akan sedikit meningkatkan risiko stroke, pembekuan darah, dan beberapa masalah lainnya.

Estrogen oral, ketika dikombinasikan dengan progestin, akan meningkatkan risiko payudara dan serangan jantung. Estrogen oral juga akan memperberat kerja hati, sehingga tidak disarankan untuk wanita yang memiliki gangguan pada organ hati.

Penting:   Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Gula

Kelompok usia yang tidak disarankan mengkonsumsi estrogen diantaranya anak-anak, wanita hamil, maupun wanita menyusui. Penggunaannya pada lanjut usia juga harus diperhatikan, jikalau terdapat kondisi-kondisi seperti berikut ini :

  • Diduga atau pernah mengidap kanker payudara, kanker rahim, atau jenis kanker lain yang sensitif terhadap estrogen

  • Sedang menjalani terapi hormon tiroid

  • Menderita gangguan penggumpalan darah, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, diabetes, epilepsi, batu empedu, lupus, hipertensi,

  • Memiliki masalah pada rahim, porfiria, pendarahan dari vagina tanpa sebab yang jelas

  • Memiliki riwayat migrain atau sakit kepala dengan intensitas parah.

Kata Kunci Pencarian: terapi hormon estrogen,efek samping phenokinon

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya"