Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya

No comment 6156 views

Estrogen merupakan sekelompok senyawa steroid yang berfungsi membentuk tanda seksual sekunder pada . Kadar hormon ini mencapai puncaknya pada usia subur dan akan turun setelah mengalami menopause. Penurunan kadar estrogen dapat memicu berbagai yang tidak diinginkan, seperti keringat berlebih, jantung berdebar, maupun sensasi rasa panas (hot flushes). Oleh karena itu, muncullah terapi penggantian atau yang biasa disebut dengan Estrogen Replacement Therapy (ERT). Tak hanya meredakan pasca menopause, terapi estrogen juga dapat mencegah terjadinya osteoporosis akibat keropos pada wanita.

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

terapi hormon estrogen - www.amazine.co

Terapi penggantian Estrogen terbagi menjadi dua, yakni terapi estrogen serta terapi kombinasi estrogen–progesteron. Terapi penggantian Estrogen saja biasa diberikan pada pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan rahim. Sedangkan pada pasien yang masih memiliki rahim, disarankan untuk menjalani terapi Estrogen–progesteron.

Penting:   Terapi Radiasi untuk Kanker Beserta Efek Sampingnya

Estrogen untuk terapi tersedia dalam berbagai bentuk, diantaranya tablet, oles, maupun koyo (patch). Estrogen harus digunakan secara tepat, untuk alasan tersebut maka perlu untuk mengkonsultasikan penggunaannya dengan .

memuat...

Menjalani Terapi Estrogen dalam jangka panjang dapat memunculkan beberapa efek samping, diantaranya pusing atau kepala, mual, muntah, mata kering, kram pada perut atau , perut kembung, ruam, nyeri pada payudara, berat badan naik atau turun, serta perubahan emosi dan gairah seks. Estrogen juga akan sedikit meningkatkan risiko stroke, pembekuan darah, dan beberapa masalah lainnya.

Estrogen oral, ketika dikombinasikan dengan progestin, akan meningkatkan risiko payudara dan serangan jantung. Estrogen oral juga akan memperberat kerja hati, sehingga tidak disarankan untuk wanita yang memiliki gangguan pada organ hati.

Penting:   Seperti Apa Rasanya Menderita Insomnia?

Kelompok usia yang tidak disarankan mengkonsumsi estrogen diantaranya anak-anak, wanita hamil, maupun wanita menyusui. Penggunaannya pada lanjut usia juga harus diperhatikan, jikalau terdapat kondisi-kondisi seperti berikut ini :

  • Diduga atau pernah mengidap kanker payudara, kanker rahim, atau jenis kanker lain yang sensitif terhadap estrogen

  • Sedang menjalani terapi hormon tiroid

  • Menderita gangguan penggumpalan darah, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, diabetes, epilepsi, batu empedu, lupus, hipertensi,

  • Memiliki masalah pada rahim, porfiria, pendarahan dari vagina tanpa sebab yang jelas

  • Memiliki riwayat migrain atau sakit kepala dengan intensitas parah.

Kata Kunci Pencarian: terapi hormon estrogen,efek samping phenokinon,suntik hormon estrogen pada payudara,efek phenokinon f,efek samping phenokinon f,penyimpanan phenokinon

Penting:   Orang Lanjut Usia Tidak Butuh Suplemen Kalsium dan Vitamin D?
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Hormon Estrogen : Kenali Dahulu Efek Sampingnya"