Terapi Pengobatan dan Perawatan untuk Penderita Dispepsia

No comment 5746 views

Dispepsia merupakan rasa ketidaknyamanan berulang hingga nyeri yang berpusat di perut bagian . Kata Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘ yang jelek’. Dispepsia atau yang disebut ini seringkali dikaitkan dengan rasa penuh di perut bagian atas atau cepat kenyang sekalipun hanya menelan kecil makanan.Penderita-Dispepsia

yang tepat untuk penderita dispepsia ditentukan oleh penyebabnya masing-masing. Jika tidak ditemukan spesifik, maka hanya akan dilakukan untuk mengurangi gejala.

Bagi mereka yang memiliki ulkus (luka) pada lambung, disarankan untuk mengkonsumsi jenis acid-blocking untuk memblokir produksi asam lambung. Sedangkan pada pasien yang telah mengalami infeksi, biasanya akan diberikan antibiotik oleh dokter. Ada pula dispepsia yang disebabkan oleh konsumsi tertentu. Pada kasus seperti ini, pasien biasanya akan disarankan untuk mencari alternatif lain.

Penting:   Biaya Pasang Kawat Gigi di Dokter Gigi

Tindakan endoskopi pada penderita dispepsia baru akan dilakukan jika terjadi kekambuhan ataupun gejala dispepsia tak membaik dengan konsumsi obat selama 8 minggu atau lebih.

memuat...

Untuk memaksimalkan penyembuhan, penderita dispepsia dianjurkan untuk merubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini mencakup hal-hal sebagai berikut :

  • dengan porsi kecil dan frekuensi yang lebih sering. Konsumsi makanan dengan porsi besar dapat memperburuk dispepsia.

  • Jangan makan terlalu larut malam, setidaknya tunggu minimal 2 jam setelah makan untuk selanjutnya berbaring atau tidur.

  • Hindari konsumsi Cokelat, mint, dan alkohol karena dapat merelaksasikan katup epiglotis (katup antara kerongkongan dan tenggorokan) secara berlebihan. Katup yang terlalu rileks memungkinkan terjadinya refluks sehingga meningkatkan rasa ketidaknyamanan.

  • Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak. Makanan seperti tomat, jeruk, cabai, dan kopi seringkali semakin memperburuk kondisi penderita dispepsia.

  • Jangan merokok atau mengunyah tembakau.

  • Bagi penderita dispepsia yang juga mengalami obesitas disarankan untuk menurunkan berat badan sebanyak 2-5 kilogram.

  • Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat di area dada dan perut.

  • Jika gejala dispepsia kambuh di saat Anda sedang tidur, naikkan kepala setinggi 15-20 cm dari permukaan tubuh menggunakan bantal tambahan.
Penting:   Cuka Sari Apel Efektif Atasi Penyakit Maag?
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Pengobatan dan Perawatan untuk Penderita Dispepsia"