Terapi Pengobatan dan Perawatan untuk Penderita Dispepsia

No comment 5579 views

Dispepsia merupakan rasa ketidaknyamanan berulang hingga nyeri yang berpusat di perut atas. Kata Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘Pencernaan yang jelek’. Dispepsia atau yang disebut Maag ini seringkali dikaitkan dengan rasa penuh di perut atas atau cepat kenyang sekalipun hanya menelan sebagian kecil .Penderita-Dispepsia

Pengobatan yang tepat untuk dispepsia ditentukan oleh penyebabnya masing-masing. Jika tidak ditemukan penyebab spesifik, maka hanya akan dilakukan pengobatan untuk mengurangi gejala.

Bagi mereka yang memiliki ulkus (luka) pada lambung, disarankan untuk mengkonsumsi jenis acid-blocking untuk memblokir produksi asam lambung. Sedangkan pada pasien yang telah mengalami infeksi, biasanya akan diberikan antibiotik oleh . Ada pula dispepsia yang disebabkan oleh konsumsi obat tertentu. Pada kasus seperti ini, pasien biasanya akan disarankan untuk mencari alternatif obat lain.

Penting:   Biaya Operasi Amandel ‘Tonsilektomi’ di Rumah Sakit

Tindakan endoskopi pada penderita dispepsia baru akan dilakukan jika terjadi kekambuhan ataupun gejala dispepsia tak membaik dengan konsumsi obat selama 8 minggu atau lebih.

memuat...

Untuk memaksimalkan penyembuhan, penderita dispepsia dianjurkan untuk merubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini mencakup hal-hal sebagai berikut :

  • Makan dengan porsi kecil dan frekuensi yang lebih sering. Konsumsi makanan dengan porsi besar dapat memperburuk dispepsia.

  • Jangan makan terlalu larut , setidaknya tunggu minimal 2 jam setelah makan untuk selanjutnya berbaring atau .

  • Hindari konsumsi Cokelat, mint, dan alkohol karena dapat merelaksasikan katup epiglotis (katup antara kerongkongan dan tenggorokan) secara berlebihan. Katup yang terlalu rileks memungkinkan terjadinya refluks sehingga meningkatkan rasa ketidaknyamanan.

  • Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak. Makanan seperti tomat, jeruk, cabai, dan kopi seringkali semakin memperburuk kondisi penderita dispepsia.

  • Jangan merokok atau mengunyah tembakau.

  • Bagi penderita dispepsia yang juga mengalami obesitas disarankan untuk menurunkan sebanyak 2-5 kilogram.

  • Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat di area dada dan perut.

  • Jika gejala dispepsia kambuh di saat Anda sedang tidur, naikkan kepala setinggi 15-20 cm dari permukaan tubuh menggunakan bantal tambahan.
Penting:   Tes dan Screening Kesehatan yang Tidak Perlu Dilakukan
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Pengobatan dan Perawatan untuk Penderita Dispepsia"