Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia

2 comments 4102 views

Dispepsia

Dispepsia adalah suatu kondisi yang mengacu pada kondisi tidak nyaman pada bagian perut, seperti munculnya rasa kembung dan sebah yang biasanya juga diserta dengan gejala mual dan bersendawa. Meskipun kerap kali diartikan sama dengan maag, sebenarnya dyspepsia justru lebih luas cakupannya, yakni meliputi berbagai gangguan pencernaan seperti Gastritis, Ulkus peptikum, perut, GERD (Gastro-Esophangeal reflux Disease), asam lambung berlebih (Hyperacidity), dan masih banyak lagi lainnya.

Terapi pengobatan dispepsia sangat bervariasi, bergantung pada penyebabnya dan separah apa gejala yang dimunculkannya. Tindakan terapi terdiri dari pemberian medikasi dan pengaturan ulang mengenai diet dan .

Diet dan Perubahan gaya hidup

Menghindari Obesitas

Penting:   Mengenali dan Mencegah Batuk Rejan (Pertusis) pada Remaja dan Dewasa

Kelebihan menempatkan lebih banyak tekanan pada perut Anda, sehingga memungkinkan untuk lebih mudah terjadinya reflux asam lambung kembali ke kerongkongan. Hal inilah yang menjadi penyebab paling umum dari gangguan pencernaan.

Berhenti merokok

kimia dalam asap rokok yang terhirup dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. kimia ini dapat menyebabkan cincin otot yang memisahkan esophagus dan lambung menjadi lebih rileks, hingga meningkatkan peluang terjadinya asam.

Pantangan makanan & Minuman

memuat...

Seorang penderita dyspepsia disarankan untuk mengurangi makanan pedas dan berlemak, minuman bersoda dan berkafein, serta sama sekali menghentikan konsumsi alkohol.

Tempatkan posisi kerongkongan lebih tinggi dari lambung ketika

Penting:   Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Mulut yang Mengganggu

Seorang penderita dyspepsia sebaiknya memperhatikan posisi tidurnya. Tempatkan beberapa bantal di belakang punggung agar posisi kerongkongan tertahan lebih tinggi dari lambung. Selain itu, usahakan untuk tidak makan minimal 3 jam sebelum tidur.

Hindari Stres

Perasaan stress atau cemas berkontribusi terhadap gangguan percernaan secara signifikan. Produksi asam lambung akan meningkat ketika seseorang mengalami stress.

Terapi Medikasi

Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan yang terdiri dari aspirin atau ibuprofen, antasida, alginate, dan beberapa obat lainnya.

Antasida

Antasida adalah jenis obat yang dapat meringankan gejala gangguan pencernaan ringan hingga sedang. Antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung hingga tidak lagi mengiritasi lapisan saluran pencernaan Anda. Jenis obat ini telah dijual secara bebas dengan berbagai merk. Antasida paling baik dikonsumsi setelah makan dan sebelum tidur.

Penting:   Terapi Stem Cell (Sel Induk) dan Alternatif Pengobatan untuk Osteoarthritis

Alginat

Alginat lebih sering digunakan untuk gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam. Refluks asam terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan, Alginat akan bekerja membentuk sebuah lapisan penghalang seperti busa yang mengapung di permukaan lambung.

Kata Kunci Pencarian: terapi dispepsia,dispepsia posisi tidur,terapi obat untuk dispepsia

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.
  1. author

    fajar nawastuti2 tahun ago

    ass, sy mau tanya sy diagnosa kena gerd dan sdh minum obat al. lanzoprazole, triocid, vormeta, propepsa namun smp saat ini msj mual. perut bunyi. terada panas spt hbs makan pedas tenggorokan sakit. dada punggung jg msh sakit

    Reply
    • author

      redaktur2 tahun ago

      Coba mencari second opinion dari dokter spesialis.
      Pertimbangkan juga, bahwa dispepsia banyak yang berhubungan dengan tingkat stress, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1433207/
      Jadi, selama faktor pencetusnya belum ditanggulangi, terapi simtomatik tak akan menyelesaikan masalah Anda.

      Reply

Leave a reply "Terapi Pengobatan untuk Penderita Dispepsia"