Terapi Perawatan di Rumah untuk Anak yang Mengalami Diare

No comment 2174 views

merupakan respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam saluran cerna. Mekanisme pada umumnya sama seperti bersin atau batuk, oleh karena itu biasanya akan berhenti dengan sendirinya setelah hitungan hari. Pada anak-anak, biasanya maksimal akan terjadi selama 1 minggu dan sangat jarang bertahan hingga lebih dari itu.diare

Meski terdengar cukup aman, diare dapat menjadi masalah jika si anak mulai mengalami dehidrasi dan kelelahan akibatnya. Oleh karena itu perlu manajemen tindakan untuk mencegah terjadinya dehidrasi maupun kelelahan pada anak sembari menunggu diare yang dialaminya mereda.

Beberapa tindakan berikut dapat menjaga hidrasi tubuh anak dan mempertahankan kondisinya saat mengalami diare,

Meminum Cukup Cairan

Sangat penting untuk mengkonsumsi banyak cairan ketikan mengalami diare. Anda harus tetap meminumkan air pada anak, sekalipun Ia terus memuntahkannya. Prinsipnya, lebih baik meminum sedikit cairan daripada tidak sama sekali. Kecukupan cairan yang dikonsumsi oleh anak dapat dilihat dari warna urinnya. Jika warnanya kuning cerah, maka anak sudah cukup mendapat cairan yang dibutuhkannya.

Penting:   Ini Hal yang Dapat Membantu Para Ibu Penderita Depresi Postpartum

Idealnya, anak diminumkan cairan yang mengandung gula dan garam (sari dan air kaldu lebih disarankan). Berikan minuman apapun yang disukai oleh anak, namun hindari untuk sementara memberinya minuman bersoda atau jus yang terlalu berserat karena akan memperparah diare.

Jika diare ini terjadi pada anak bayi Anda, maka usahakan untuk tetap memberinya ASI dan pendamping seperti biasa.

memuat...

Oralit

Selain pada orang dewasa, oralit juga bisa diberikan pada anak dengan takaran yang tepat untuk menjaga keseimbangan mineral ion dalam tubuhnya. Anda bisa mendapatkan oralit di apotek terdekat maupun dengan bantuan resep dokter.

Makanan

Ketika sedang diare, anak-anak boleh mengkonsumsi makanan yang tak terlalu banyak mengandung serat, seperti nasi, kentang, pisang, sup, ataupun makanan lain yang direbus. Utamakan makanan yang mengandung banyak natrium (garam) serta hindari memberikan makanan pedas dan berlemak pada anak ketika Ia mengalami diare.

Anti-diare

Obat anti diare diperlukan ketika diare sudah benar-benar mengganggu dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Jenis obat diare yang banyak digunakan adalah Loperamide karena mampu memperlambat gerakan peristaltik usus sehingga lebih banyak jumlah air yang terserap, membuat tinja menjadi semakin padat.

Penting:   5 Pertanyaan Kunci Sebelum Memulai Program Pengasuhan

Selain Loperamide, ada juga obat diare dari jenis berbeda yang disebut Racecadotril. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi cairan oleh usus kecil, dan terbukti sama efektifnya dengan Loperamide. Anda bisa membeli obat anti diare di apotek tanpa resep. Namun, hindari konsumsi obat jenis ini jika terdapat bercak pada tinja yang disertai dengan demam pada anak.

Obat Penghilang rasa sakit

Obat penghilang rasa sakit memang tidak diare, namun setidaknya bisa mengurangi ketidaknyaman akibat demam dan sakit kepala yang dirasakan anak. Jenis obat penghilang nyeri yang biasa digunakan pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Untuk mengetahui dosis yang benar, konsultasikan pengunaan obat ini dengan dokter Anda.

Penting:   Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Depresi Postpartum
author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Perawatan di Rumah untuk Anak yang Mengalami Diare"