Terapi Perilaku dan Pengobatan untuk Mengatasi Gejala ADHD

No comment 1897 views

Attention Deficit Hyperactivity Disorder, atau disingkat ADHD, merupakan kondisi terganggunya sehingga menyebabkan penderitanya menjadi impulsif, hiperaktif, serta sulit memusatkan perhatiannya. Kondisi ini sering pula disebut ADD atau  Attention Deficit Disorder.

attention deficit hyperactivity disorder - www.healthyplace.com

attention deficit hyperactivity disorder - www.healthyplace.com

ADHD dapat terjadi pada semua , mulai anak-anak remaja, hingga orang dewasa. Namun, kebanyakan gejala mulai tampak pada anak-anak dan berlanjut hingga dewasa. Diperkirakan ada sekitar 3-5% anak-anak sekolah yang menderita ADHD di seluruh dunia. Kondisi ini dapat berbuntut pada masalah yang cukup serius, mulai dari rendahnya rasa percaya diri, mal-prestasi, kegagalan di sekolah maupun pekerjaan, sulit menjalin interaksi sosial, hingga kronis. Untuk itu, diperlukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

Penting:   Makan Telur? Jangan Takut, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Hingga saat ini, belum ada yang dikhususkan untuk menyembuhkan ADHD. Tindakan untuk ADHD terdiri dari kombinasi obat dan perilaku untuk meminimalisir gejala yang muncul.

Obat-obatan

Food and Drug Administration (FDA) tidak menyarankan pemberian obat jenis antidepresan pada penderita ADHD. Sebaliknya, obat jenis stimulan dan non-stimulan dapat diberikan pada penderita ADHD dengan resep takaran yang benar.

memuat...

Stimulan

Jenis obat ini adalah yang paling banyak diresepkan untuk penderita ADHD. Obat ini bekerja dengan cara menstimulasi sistem saraf pusat, meningkatkan produksi dopamine dan norepinephrine di otak, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi .

Obat-obatan yang termasuk jenis Stimulan adalah amfetamin (termasuk dextroamphetamine dan lisdexamfetamine), methamphetamine (desoxyn), dan methylphenidate.

Penting:   Langkah Pencegahan Risiko Demensia

Non-Stimulan

Obat jenis non-stimulan juga bekerja dengan mempengaruhi otak, namun cara kerjanya berbeda dengan stimulan. Meski sama-sama mempengaruhi neurotransmitter, konsumsi obat non-stimulan tidak meningkatkan kadar dopamin. Reaksi obat non-stimulan cenderung lebih lama dibanding stimulan. Namun, obat ini dapat menjadi alternatif ketika obat jenis stimulan tidak dapat diberikan karena alasan efek samping atau justru tidak bereaksi.

Obat-obatan yang termasuk jenis non-stimulan adalah Atomoxetine (Strattera), Clonidine (Kapvay), dan Guanfacine (Intuniv).

Terapi Perilaku

Dalam sesi Terapi Perilaku atau Behavior Therapy (BT), anak akan diajarkan tentang bagaimana cara untuk memantau perilaku mereka dan memodifikasi perilaku mereka dengan tepat. Dibutuhkan kerjasama dari anak, orangtua, dan guru untuk mengembangkan strategi dan mensukseskan terapi.

Penting:   6 Fakta Menarik Tentang Serviks

Dukungan orangtua dan guru diumpamakan sebagai umpan balik agar anak mau belajar berperilaku dengan benar. Semisal, orangtua dan guru memberikan reward jika anak berhasil melakukan hal positif.

author
Dulunya sih Mahasiswi dan (masih) tergila-gila pada DIY trick. Penggiat kesehatan melalui tulisan. Pernah menuntut ilmu Keperawatan di FK Unibraw.

Leave a reply "Terapi Perilaku dan Pengobatan untuk Mengatasi Gejala ADHD"