Waspada, Obesitas pada Anak Cenderung Bertahan hingga Dewasa

Jika Anda saat ini memiliki anak-anak yang punya berlebih, Anda harus hati-hati. Pasalnya, sebuah studi terbaru mengatakan bahwa 75 persen anak-anak yang saat ini mengalami , nantinya juga akan mengalami masalah yang sama ketika mereka berusia 35 tahun. Jika disimpulkan, apabila seorang anak mengalami saat mereka masih muda, kemungkinan besar akan tetap seperti itu.

Obesitas pada Anak  - www.iran-daily.com

Obesitas pada Anak - www.iran-daily.com

Obesitas memang merupakan masalah, tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Bagi banyak keluarga, ini berkaitan dengan ekonomi, termasuk pasokan makanan yang minim, seperti dan sayuran segar. Anak-anak yang kurang aktif juga menjadi penyebab lainnya. Fakta bahwa layar ponsel dan TV telah begitu meresap dalam budaya kita juga anak-anak kurang aktif.

Studi yang baru saja dirilis di New England Journal of Medicine melihat data dari puluhan ribu anak-anak dan orang dewasa dan mengembangkan prediksi bobot orang dewasa berdasarkan berat masa kecil. Apa yang mereka simpulkan ternyata mengejutkan. Tidak hanya lebih dari separuh anak-anak saat ini yang mengalami obesitas pada usia 35 tahun, namun seorang anak berusia 2 tahun yang obesitas hanya memiliki satu dari empat kemungkinan tidak mengalami obesitas pada usia 35 tahun. Jika anak berusia 2 tahun itu mengalami obesitas berat, kesempatan untuk memiliki berat badan yang sehat di usia 35 tahun hanya satu dari lima.

Langkah Pencegahan

Pasti ada faktor ekonomi, dan sangat penting bahwa kita sebagai masyarakat membuat makanan dan menciptakan kesempatan sehat untuk berolahraga yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua orang. Tetapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan setiap orang tua dan pengasuh untuk membantu anak-anak mencapai berat badan yang sehat, di antaranya:

  • Berlatih memberi “makanan responsif” untuk dengan bayi dan anak-anak. Pelajari isyarat kelaparan mereka, dan beri mereka makanan kapan mereka lapar, dan batasi hanya sampai kenyang. Banyak anak yang kelebihan berat badan karena orang tua mereka menanggapi semua masalah dengan makanan, dan karena mereka berpikir bahwa makan lebih banyak lebih baik daripada makan lebih sedikit.
  • Sajikan makanan yang sehat. Sehat di sini bisa berarti banyak buah dan sayuran (yang seharusnya setengah dari piring mereka, dan satu-satunya yang mereka dapatkan untuk beberapa detik), biji-bijian, protein tanpa lemak, dan sedikit makanan olahan atau makanan cepat saji. Anda juga harus menghindari minuman dan jus manis. Air dan susu tanpa pemanis adalah kebutuhan anak. Permen sesekali baik-baik saja, tetapi seharusnya benar-benar sesekali, dengan porsi kecil.
  • Berikan ukuran porsi sehat. Seorang anak harus makan dalam porsi kecil, bukan yang berukuran dewasa. Menggunakan piring yang lebih kecil adalah salah satu untuk membuat ini lebih mudah.
  • Batasi ngemil. Memiliki kudapan sehat di tengah pagi dan sore hari memang boleh-boleh saja, tetapi anak-anak tidak boleh mengunyah sepanjang hari. Banyak anak meminta makanan karena kebosanan atau kebiasaan daripada kelaparan. Cobalah untuk tidak membiarkan hal itu terjadi.
  • Pastikan anak-anak aktif setidaknya satu jam setiap hari. Itu tidak harus latihan , namun bisa berjalan-jalan, bermain di luar, mengendarai sepeda, mengikuti kelas menari atau bela diri, bahkan menari di ruang tamu. Waspadalah terhadap berapa banyak waktu yang digunakan oleh anak Anda ketika menggunakan perangkat gadget.
  • Ketahuilah jika berat badan anak Anda sehat. Ada kalkulator BMI yang bisa Anda gunakan, tetapi langkah terbaik adalah berbicara dengan Anda. Bersama-sama Anda bisa melihat berat badan anak Anda dan membuat rencana terbaik.
Penting:   Ciri-ciri Penyakit Malaria
author

Leave a reply "Waspada, Obesitas pada Anak Cenderung Bertahan hingga Dewasa"