Terapi Antiretroviral, atau disingkat ART, merupakan terapi yang memanfaatkan kombinasi dari beberapa jenis obat untuk mengobati HIV. Terapi ini tidak dilakukan untuk membunuh atau menghilangkan virus, melainkan hanya mencegah pertumbuhan virus tersebut. Ketika perkembangan virus diperlambat, maka tingkat perparahan penyakit HIV juga bisa dicegah. Terapi ini juga dapat mencegah penularan HIV pada orang lain.
Terapi antiretroviral standar menggunakan kombinasi dari beberapa jenis obat antiretroviral. Obat-obatan ini akan bekerja secara maksimal untuk menekan dan menghentikan perkembangan virus HIV. Terapi Antiretroviral terbukti dapat minimalkan tingkat penyebaran infeksi maupun kematian akibat HIV, terutama jika diterapkan pada tahap awal penyakit. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah merekomendasikan ART untuk semua orang dengan HIV sesegera mungkin setelah terdiagnosa positif HIV.
Masing-masing obat antiretroviral dikelompokkan berdasar cara kerjanya. terdapat 5 kelompok obat antiretroviral yang memiliki cara kerja berbeda, diantaranya obat-obatan jenis NRTI, NNRTI, PI, Entry Inhibitors, dan HIV Integrase Inhibitors.
Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI)
Obat-obatan jenis ini juga sering disebut ‘nukes’, yakni bekerja dengan memblokir siklus ke-4 dimana materi genetik HIV digunakan untuk membuat DNA dari RNA. Obat-obatan yang termasuk jenis NRTI diantaranya adalah Zidovudine, ddI, Stavudine, Lamivudine, Abacavir, Tenofovir (analog nukleotida), Duviral (kombinasi AZT dan lamivudine), Trizivir (kombinasi AZT, lamivudine, dan abacavir), Emtricitabine, Truvada (kombinasi tenofovir dan emtricitabine), serta Epzicom (kombinasi abacavir dan lamivudine).
Non-nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI)
Jenis obat ini memblokir siklus ke-4, hanya saja cara kerjanya berbeda. Beberapa jenis obat NNRTI yang disetujui penggunaannya adalah Nevirapine, Delavirdine, Efavirenz, Etravirine, dan Rilpivirine.
Inhibitor Protease / Protease Inhibitors (PI)
Obat-obatan jenis PI bekerja dengan memblokir siklus ke-10, dimana material virus HIV dibentuk menjadi bagian spesifik. 10 jenis obat Inhibitor Protease yang telah mendapat ijin penggunaan adalah Saquinavir, Indinavir, Ritonavir, Nelfinavir, amprenavir, lopinavir / ritonavir, Atazanavir, Fosamprenavir, Tipranavir, dan Darunavir.
Entry Inhibitors
Obat-obatan jenis ini mencegah virus HIV memasuki sel dengan memblokir siklus ke-2. Hanya ada 2 jenis obat Entry Inhibitors yang telah disetujui penggunaannya, yakni Enfuvirtide dan Maraviroc.
HIV integrase inhibitors
Inhibitor integrase HIV mencegah virus HIV untuk memasukkan kode genetik ke kode sel manusia yang terjadi pada siklus ke-5. Obat yang termasuk dalam jenis ini adalah Raltegravir, Elvitegravir, dan Dolutegravir.






