Ketika didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi, hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah memodifikasi pola makan dan meningkatkan intensitas latihan fisik. Mengubah pola diet, berolahraga rutin, dan berhenti merokok adalah kunci untuk menurunkan kadar kolesterol secara alami.
Jika kadar kolesterol Anda tetap tidak turun dalam beberapa bulan setelah melakukan 3 manuver tadi, maka artinya Anda memerlukan bantuan obat penurun kolesterol.
Membatasi Konsumsi Lemak Jenuh
Makanan sehat dan pola diet seimbang rendah lemak jenuh dapat mengurangi kadar lemak jahat atau yang disebut Low-density Lipoprotein (LDL). Caranya, yakni dengan menghindari konsumsi berlebih makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti produk daging olahan, mentega, butter, krim, keju, produk olahan tepung (kue dan biskuit), susu coklat, minyak sawit, minyak kelapa, dan santan.
Idealnya, pria dewasa mengkonsumsi lemak jenuh maksimal 30 gram sehari. Sedangkan wanita hanya dibatasi maksimal 20 gram konsumsi lemak jenuh dalam sehari.
Meningkatkan Konsumsi Asam Lemak Omega-3
Lemak tak jenuh, atau yang biasa disebut asam lemak omega-3 dipercaya baik untuk tubuh. Lemak ini terdapat dalam buah alpukat dan minyak ikan yang berasal dari ikan makarel, salmon, dan tuna. Untuk orang-orang dengan tingkat trigliserida tinggi, disarankan mengkonsumsi dua porsi minyak ikan dalam seminggu.
Obat Penurun Kolesterol
Ada beberapa jenis obat penurun kolesterol yang biasa diberikan oleh dokter. Obat-obat ini masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda.
Statin
Statin bekerja dengan memblokir enzim pembentuk kolesterol dalam organ hati. Obat-obatan yang tergolong jenis statin adalah atorvastatin, simvastatin dan rosuvastatin. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini adalah sakit kepala, nyeri otot, serta masalah pencernaan seperti diare atau sembelit.
Aspirin
Aspirin dosis rendah dapat membantu mencegah terbentuknya pembekuan darah, terutama untuk seseorang di atas usia 40 tahun yang memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular (CVD). Sayangnya, obat ini tidak disarankan untuk penderita yang memiliki gangguan hati.
Ezetimibe
Ezetimibe adalah obat yang bekerja menghalangi penyerapan kolesterol dari makanan. Obat ini memang tak seefektif statin, tetapi sangat minim efek samping.






