Ini Kesalahan Terbesar Saat Intermittent Fasting

No comment 7818 views

Intermittent Fasting, mungkin sebagian dari Anda sedikit asing dengan istilah ini. Intermittent Fasting (atau lebih ringkas disebut IF saja) merupakan cara dengan puasa berselang yang berasal dari Guru Wing Chun di Hong Kong. Namun, berbeda dengan puasa pada umumnya, IF memiliki fase-fase yang menunjukkan lamanya waktu untuk berpuasa dan diperbolehkan untuk (jendela waktu).

intermittent fasting - authoritynutrition.com

intermittent fasting - authoritynutrition.com

Jendela waktu dalam IF ini antara lain makan 8 jam dan puasa 16 jam, makan 6 jam dan puasa 18 jam, makan 4 jam dan puasa 20 jam, serta puasa 24 jam (yang dianjurkan selama 2 minggu sekali). IF tidak membatasi makanan dan yang boleh dikonsumsi. Jadi, Anda bebas mengonsumsi makanan dan apa saja asal sesuai dengan jam yang telah ditentukan.

Penting:   Obat Sakit Gula Kering dari Bahan Alami : Mahkota dewa, mengkudu, lidah buaya, dll

Berdasarkan ketentuan tersebut, diet IF bisa dikategorikan sebagai sala satu diet yang ekstrem. Namun, hasil yang dihasilkan diet ini memang tidak main-main. Tidak tanggung-tanggung, bahkan dalam waktu satu hingga dua minggu, bisa turun hingga 4 kg. Namun, ada kesalahan fatal yang dilakukan saat melakukan diet ini, yaitu makan.

Menurut penulis “Bulletproof Health and Fitness”, Michal Stawicki, perut membutuhkan waktu istirahat sebanyak atau otot. “Anda tidak bisa memecahkan masalah yang kompleks selama 20 jam sehari. Anda juga tidak dapat mengangkat beban 20 jam sehari. Jadi, Anda tidak dapat mencerna makanan 20 jam sehari. Jika Anda makan steak saat makan malam, itu bisa memakan waktu selama 8 jam untuk mencernanya,” katanya.

Penting:   Wanita dengan Payudara Padat Berisiko Tinggi Terkena Kanker?
memuat...

Dalam kehidupan normal, kita makan setidaknya tiga kali dalam sehari. Sarapan biasanya relatif lebih awal, sebelum bekerja atau , disusul makan . Kemudian, makan malam dilakukan di akhir sore atau awal malam. Jadi, manusia tidak memberikan waktu sama sekali pada pencernaan untuk beristirahat dan meremajakan sel.

“Karena itu, berikan tubuh Anda waktu untuk beristirahat agar bisa membakar setiap potongan makanan yang masuk,” saran Stawicki. “Biarkan dia istirahat beberapa jam.”

Selain itu, ditambahkan Stawicki, pada pagi hari, biarkan tubuh tidak terisi hingga pukul 09.00 atau 10.00. Setelah itu, cukup konsumsi sayuran dan buah untuk sarapan. Pasalnya, kedua makanan ini lebih cepat dicerna dibandingkan karbohidrat atau daging. Jika membutuhkan energi selama jam kerja, konsumsi sumber kalori secukupnya.

Penting:   Echinacea Efektif Meredakan Pilek dan Flu?

“Saya juga percaya bahwa empat belas jam adalah periode minimal untuk memberikan perut waktu istirahat,” sambungnya. “Namun, jika Anda mengonsumsi sesuatu antara makan malam dan sarapan, Anda secara otomatis mempersingkat waktu istirahat ini. Jadi, ketika akan istirahat malam, cukup konsumsi minuman yang mengandung kalori, misalnya segelas kopi atau susu dengan gula.”

author

Leave a reply "Ini Kesalahan Terbesar Saat Intermittent Fasting"