Orang dengan golongan darah tipe O membentuk tubuh yang prima melalui latihan fisik yang intensif dan konsumsi protein hewani. Orang dengan golongan darah O cenderung lebih bisa mencerna dan memetabolisme daging karena mereka memiliki konten asam lambung yang tinggi. Keberhasilan diet pada golongan darah ini tergantung pada konsumsi daging merah, daging unggas, dan ikan yang organik. Sebagian besar orang dengan golongan darah ini cenderung tidak bersahabat dengan produk susu dan biji-bijian seperti mayoritas golongan darah lainnya.
Penurunan berat badan pada tahap awal golongan darah O adalah dengan membatasi konsumsi biji-bijian, roti, dan kacang-kacangan. Ada 3 Faktor utama yang menjadi penyebab utama kegemukan pada golongan darah O, diantaranya :
Gluten
Gluten yang umumnya ditemukan pada produk gandum, yang berpotensi mengganggu efisiensi insulin dan memperlambat proses metabolisme.
Lektin
Faktor lain yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan adalah kacang-kacangan tertentu (kacang dan kacang merah) yang mengandung zat lektin. Zat ini selanjutnya akan disimpan di dalam jaringan otot.
Fungsi Tiroid yang tidak stabil
Faktor ketiga adalah bahwa tipe O memiliki kecenderungan produksi hormon tiroid yang rendah atau fungsi tiroid yang tidak stabil. Oleh karena itu sebaiknya menghindari makanan yang berpotensi menghambat kerja hormon tiroid seperti kubis, kecambah, kembang kol, dan sawi hijau. Disamping itu, Anda juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi hormon tiroid seperti rumput laut, berbagai seafood, dan garam beryodium.
Kecenderungan golongan darah O yang lemah dalam pembekuan darah juga sebaiknya diatasi dengan mengkonsumsi sayuran yang tinggi akan vitamin K. Sedangkan, produksi asam lambung yang tinggi membuat golongan darah ini sebaiknya meningkatkan makan buah-buahan yang bersifat alkali seperti buah berry.
Berikut ini adalah daftar makanan sumber protein yang baik dan buruk bagi orang dengan tipe darah O :
Daging
Do : Daging merah dan unggas
Don't : Daging babi dan puyuh
Tips : Sebaiknya konsumsi daging merah dari peternakan organik karena lebih kaya akan Omega 3.
Ikan
Do : ikan air dingin seperti ikan tenggiri dan ikan herring (sarden)
Don't : Cumi-cumi, gurita, dan kerang
Tips : Makan ikan secara teratur, tetapi tidak menggunakannya sebagai pengganti daging ( diet Anda harus tetap mengkonsumsi keduanya)
Susu dan olahannya
Do : Mentega, keju dan yoghurt yang terbuat dari susu kambing dan domba
Don't : Cumi-cumi, gurita, dan kerang
Tips : Batasi konsumsi yoghurt dan keju masing-masing 2 porsi dalam seminggu (jika tubuh anda toleran).
Telur
Do : Telur ayam dan telur bebek
Don't : Telur angsa dan telur puyuh
Tips : Batasi konsumsi telur maksimal 6 butir dalam seminggu.





